Entry: PENGINGAT Tuesday, May 30, 2006



Sabtu (27/5), sekitar jam 9 pagi, terbangun saat HP berdering kencang. Seorang kawan dari seberang telepon mengabarkan Yogya gempa. Karena masih ngantuk, lantaran baru tidur jam 6 pagi, rada-rada nggak ngeh. Begitu bangun langsung nyalain TV dan...

 

Innalillahi Wainnalillahi Roji'un...

 

Gempa besar melanda Yogya dan sekitarnya termasuk Klaten. Langsung panik. Pasalnya sebagian orang-orang terkasih tinggal di dua tempat tersebut. Buru-buru kuambil HP dan mulai menelepon mereka satu per satu. Makin bertambah panik, waktu nggak bisa menghubungi mereka sama sekali. Kirim sms pending terus.

 

Siang harinya, baru bisa sedikit lega. Beberapa sudah berhasil di kontak, terutama yang bermukim di Yogya. Alhamdulillah mereka baik-baik aja, meski tempat tinggalnya ada yang ambruk. Tapi mbah, bulik, om, pakde, bude, serta saudara-saudara sepupu yang di Klaten belum ada kabarnya sama sekali. Lagi-lagi dihubungi juga nggak bisa.  Maka sepanjang hari itu cuma nongkrongin TV, ganti-ganti chanel, cari berita tentang perkembangan Yogya, Klaten dan sekitarnya. Dan baru Senin (29/5) sore, kabar soal keluarga di Klaten nyampe ke Jakarta. Mbah dan semua kerabat baik-baik aja. Cuma genteng-genteng rumah pada berjatuhan.

 

Tapi miris rasanya ngelihat berita di TV. Korban terus berjatuhan. Nggak tanggung-tanggung, lebih dari 5 ribu orang meninggal. Ya Allah, cuma bisa ngelus dada dan berkaca-kaca. Makin miris waktu tahu bantuan baru disalurkan mulai hari ini. Padahal menurut beberapa sumber, katanya bantuan yang sudah terkumpul dari masyarakat sudah sekian milyar. Ah, kenapa ya kalau soal beginian responnya selalu telat? Mbok ya nggak usah pake jalur birokrasi yang berbelit-belit dan nggak usah pake seremonial serta tetek-bengek segala macam yang nggak perlu!!!

 

Seseorang pernah bilang padaku bahwa musibah, bencana, kecelakaan, penyakit adalah bentuk ujian dari Yang Diatas, supaya kita sadar dan ingat akan kekuasaan-NYA. Sebagai pengingat bahwa manusia hanya makhluk papa tanpa punya apapun, sehingga harusnya tak berbuat macam-macam di muka bumi. Tak membuat keonaran apalagi pengrusakan. Tidak sombong dan menzalimi sesamanya maupun mahluk lain.

 

Mungkin Yang Maha Kuasa memang tengah menguji kita. Mungkin Yang Maha Kuasa sekedar mengingatkan kita bahwa banyak ketidakadilan dan ketimpangan yang terjadi di negeri ini. Banyak hak yang terampas dan pihak yang tersakiti. Ada pihak yang semena-mena dan harus dibasmi. Banyak hal yang harusnya segera dibenahi.

 

Tapi kalau aku boleh protes pada-NYA, aku tak suka diberi pengingat macam begini.

 

 

 

Nb.

 

1.      Turut berduka yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa Yogya, Klaten dan sekitarnya. Berharap sepenuh hati semoga segera pulih seperti sediakala.

 

2.      Guna menghindari penumpukan bantuan di satu lokasi, beberapa kawan yang berhasil mengumpulkan bantuan langsung menyalurkannya ke lokasi yang terkena bencana. Kebetulan seorang kawan berhasil mendapatkan kontak di desa kecil bernama Ngemplak yang terletak di Kelurahan Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten. Desa kecil yang kebanyakan dihuni oleh lansia dan anak-anak ini luluh lantak dan belum tersentuh bantuan sama sekali. Jika anda berminat untuk ikut membantu, anda bisa menghubungi  Eko Ariyanto (Antok) di Ngemplak, dengan nomor 081578046878.

 

3.      Lebih bagus lagi jika anda pun berhasil mendapatkan kontak di desa-desa kecil lainnya. Karena bantuan sepatutnya diberikan per desa dengan bantuan masing-masing perangkat desa. Dikhawatirkan jika bantuan di drop di Kecamatan atau Kelurahan maka sudah dapat dipastikan desa-desa kecil macam Ngemplak dan yang lainnya, tidak akan kebagian jatah.

   4 comments

phetot
June 2, 2006   01:19 AM PDT
 
iya sabar... aja non.... kita ga bisa berbuat apa2 dengan kehendak-Nya, gempa itu pun menghancurkan rumah simbah, paman, dan keluarga bapak dan ibu ku di yogya...! aku kalut juga waktu kejadian itu. bapak dan ibu ku langsung berangkat kesana setelah kabar berita Yogya di landa gempa, Alhamdulillah saudara2 disana ga apa2 tetapi rumah mereka rata dgn tanah 1 kampung tak ada bangunan yang berdiri kokoh disana :( kita berdo'a saja ya non.
medon
June 1, 2006   06:43 AM PDT
 
thx god!
benisuryadi
May 31, 2006   01:22 PM PDT
 
entahlah mbak Dian apa benar ini memang sebuah ujian, apa ini berarti kita masih cukup kuat tuk itu..
padahal bangsa ini telah letih

kesedihan di hati
bang pi'i
May 30, 2006   02:45 PM PDT
 
kita tak berkuasa!! suka tidak suka memang begitu!!!

wes tho manut saja.... kekarepane Gusti memang begitu...tawakal saja jeng!

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments