Entry: PEPAYA DAN SUNTIK SILIKON Saturday, May 20, 2006



Tiba-tiba saja keingetan sama Mbak Nah, asisten rumah tangga headwriterku. Sudah lama nggak ketemu gadis manis asal Cianjur yang baru berusia 16 tahun dan gemar menonton film India serta serial Korea itu. Padahal dulu waktu masih di Bintaro, Mbak Nah sering menggangguku dengan berbagai pertanyaannya yang sederhana namun menggelitik. Dan kalau dia sudah bertanya, maka aku harus memberi jawaban padanya. Kalau nggak, maka sepanjang hari itu, sampai hari-hari berikutnya dia akan terus-menerus menggangguku. Tak perduli aku sedang pontang-panting dikejar deadline atau nggak.

 

Ia juga punya kebiasaan yang unik. Beberapa kali aku bangunin, dia langsung bersungut-sungut kesal dan nggak mau ngomong sampai berhari-hari. Setelah dibujuk dan ditanya baik-baik, baru dia cerita alasan sebenarnya.

 

“Habis lagi asyik-asyiknya mimpi mau ketemu Delon, dibangunin. Kan jadi batal ketemu sama Delonnya!”

“Lagian, orang lagi mimpi makan bakso, dibangunin.”

“Duh mbak...Na’ kan lagi mimpi ketemu Jang Dong Gun!”

 

Oalah, cuma gara-gara mimpinya terpotong toh. Waktu kusuruh dia untuk nulis pesan di pintu kamarnya dengan tulisan, “Lagi mimpi nih mbak, tolong jangan dibangunin!”, dia malah ketawa cekikikan.

 

Lain hari, waktu kutawari buah pepaya, ia menggeleng. Padahal pepaya yang kutawarkan itu matang, ranum, dan manis. Awalnya kupikir Mbak Nah seperti kebanyakan orang lain yang nggak suka makan pepaya karena baunya yang khas, atau takut dibilang mirip dengan burung yang hobi makan pepaya. Tapi tiap kali melihat buah pepaya yang baru selesai kukupas, sorot matanya berbinar-binar, bibirnya berkecap beberapa kali. Maka lagi-lagi kusodorkan irisan pepaya itu padanya.

 

“Nih...Ambil aja...”

 

Dan lagi-lagi jawabnya:

 

“Nggak mau ah mbak...”

“Aku minta yang lainnya aja boleh?”

“Nggak mbak, aku takut”

 

Jadi penasaran. Kepengen tapi kok nggak mau makan. Setelah kudesak beberapa kali, akhirnya terungkap juga alasan sesungguhnya. Rupanya Mbak Nah takut kalau makan pepaya nanti, maaf...payudaranya makin bertambah besar, sebesar buah pepaya.

 

Langsung terpingkal-pingkal mendengar jawabannya yang polos. Dengan nada bercanda, kubilang padanya, wah, kalau pepaya bisa bikin payudara pemakannya jadi besar, suntik silikon nggak laku lagi dong mbak...

 

Eh, anehnya, dia tetap keukeuh sama pendiriannya dan nggak mau makan pepaya biarpun ngiler setengah hidup!

 

Btw, ada yang tertarik untuk membuktikan ucapan Mbak Nah?

   4 comments

bang pi'i
May 27, 2006   01:03 PM PDT
 
mmmmmm...
aih aih... saya jadi males makan pepaya lagi... mulai sekarang buah kegemaran saya cuma pisang ambon... biar jadi..... (halah)
yati
May 21, 2006   01:40 PM PDT
 
hahaha....ma kasih deh. segini aja dah repot...gimana kalo 'teori' itu bener? btw, sekarang gw diharuskan makan pepaya 3 kali sehari ma dokter...:( jangan2....???
benisuryadi
May 21, 2006   09:14 AM PDT
 
huahahah....bearti cewe2 bandung pasti pada doyan pepaya yak...

ps..sensor..hehehhe

=P

btw resep (awalnya) kemaren sukses...tapi mas nungguin matang aa telphon, trus kelamaan nelphon keburu tua tu masakan
hahahha
tapi tetap enak (dienakin, dari pada rugi)

oke, kapan next resep nya...

=)
johan
May 20, 2006   05:04 PM PDT
 
ah .. itu khan cuma mitos ... buktinya saya tiap hari makan pepaya .. segitu-segitu aja ... aiheaihaea

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments