|
Belakangan ini sudah diperingatkan untuk mulai diet lagi. Baju-baju lama sudah nggak muat. Jalan sedikit sudah ngos-ngosan, dan kayaknya mulai sakit-sakitan. Ditambah lagi malas berolahraga. Jadilah orang-orang di sekelilingku mengomel sayang. “Nduk, dikurusin ah...Sayang tuh bajunya jadi banyak yang nggak kepake” “Dik, ayo diet dan olahraga, biar nggak gampang sakit-sakitan.” “Apa perlu aku jadi personal trainermu say?” “Kalau kamu kurusan dikiiiiittt...Tambah cantik dan seksi loh!” (Haiyaaahhh!!!) “Lihat tuh matanya makin sipit, kalah sama pipinya.” (Padahal waktu kurus, pipinya tetep chubby tuh!) “Padahal kamu itu dulu kurus, cilik menthik-menthik, sekarang kok jadi ndut gitu! Hayo dikurusin.” Percaya nggak, beratku waktu kelas 3 SMP dulu itu cuma 25 kg. Mulai naik ketika duduk di bangku SMK, trus naik lagi waktu kuliah, dan makin naik lagi ketika sudah mulai bekerja. Pola makan, kurang gerak dan makin hobi mencoba makanan baru jadi penyebabnya. Selain faktor keturunan juga sepertinya. “Kalau kegendutan, ntar banyak penyakit yang mampir loh...Diabetes, jantung, bla...bla...bla...” Iya...Iya...Mulai diet lagi deh. Dirajinin olahraganya deh. Tapi bukan demi baju-baju lama yang sudah sempit itu. Juga bukan demi cantik dan seksinya. Tapi demi kesehatan. Soalnya ngerasa sendiri kalau belakangan ini gampang sakit, gampang capek, gampang ngantuk, gampang stres (loh??). Maka beberapa waktu lalu, mulai buka-buka lagi buku dan majalah tentang diet yang pernah ku beli di masa lampau. Hasilnya ada beberapa macam pilihan. Diantaranya: 1. Diet karbohidrat Pada prinsipnya diet ini berpantang terhadap segala jenis makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Misalnya nasi, roti, tepung, gula, dan sejenisnya. 2. Diet lemak Diet jenis ini anti terhadap segala macam jenis makanan berlemak, misalnya daging merah, coklat, susu, semua produk olahan susu, kacang, buah alpukat, kuning telur, mentega, minyak goreng, dll. 3. Diet food combining Diet jenis ini pada prinsipnya mengkombinasikan beberapa jenis makanan dengan memperhatikan kebutuhan akan kalori dan gizi yang diperlukan oleh tubuh. 4. Diet berdasarkan golongan darah Yaitu diet yang didasarkan pada golongan darah. Misalnya untuk golongan darah O, karena gampang bermasalah dengan sistem pencernaan dan lambung, tidak boleh berpantang makanan apapun. Cukup dikurangi porsinya saja. 5. Diet detoks Yaitu tidak mengonsumsi jenis makanan tertentu yang dianggap mengandung racun selama jangka waktu tertentu. Diet ini bisa dilakukan ketika tubuh sudah terlalu banyak mengonsumsi makanan tak sehat, makanan cepat saji dan alkohol. Atau jika tubuh mulai merasa letih, lesu dan kembung. Dengan sistem ini, sirkulasi pembuangan akan menjadi lebih teratur, fungsi hati dan ginjal akan lebih baik, kulit lebih bersih dan mulus, ketidakseimbangan hormon dan stres bisa dikurangi. (Bisa dibaca di Chic edisi No.26-I). Berdasarkan berbagai pertimbangan, maka tersusunlah Program diet dan olahraga yang rencananya akan dilaksanakan mulai Senin (8/5) besok. Rancangan Menu Diet: 1. Pagi Segelas susu low atau non fat. Ditambah dua lembar roti tawar plus selada, irisan tomat. Khusus untuk hari Rabu dan Jum’at, menu ditambah dengan sebutir telur ayam kampung. Bagi yang tidak menyukai susu, bisa diganti dengan secangkir yoghurt. 2. Siang Makan lengkap dengan porsi karbohidrat dikurangi. 6-7 sendok makan nasi, sayuran, lauk dan buah. Sayuran dan lauk matang dimasak dengan sistem rebus atau kukus. Hik...Hik...Hik...Alamat tidak bisa makan 3. Malam Segelas susu low atau non fat, sayuran dan buah. Bisa ditambah dengan satu buah kentang rebus yang ukurannya sedang. 4. Cemilan Jika di antara waktu makan terjadi keadaan yang menyebabkan lapar, maka hanya buah dan jus buah yang jadi pilihan. Atau segelas teh tanpa gula tentunya. Singkirkan itu roti, es krim, keripik, pisang goreng dan gorengan lainnya. 5. Hari Minggu Khusus Hari Minggu, boleh mencicipi es krim atau sepotong kecil tiramisu atau roti atau Catatan kecil: Menu diet ini sudah sempat aku praktekin, selama beberapa waktu. Hasilnya berat badan turun 5-6 kg dalam waktu 3-4 bulan. Ini tanpa dibarengi olahraga loh ya. Jadwal Olahraga: 1. Jalan kaki keliling komplek setiap pagi dan sore hari. Minimal 45 menit. Supaya yang terbakar bukan hanya kalori tapi juga lemaknya. Menurut majalah kesehatan, di menit 30 pertama baru kalori yang terbakar. 30 menit berikutnya lemak. 2. Hari Minggu, senam kesegaran jasmani, osteoporosis, jantung, atau aerobik ringan bareng ibu-ibu di lingkungan rumah. 3. Lari pagi, cukup dua kali seminggu. Minimal 45 menit juga. 4. Gerak badan ringan waktu bangun tidur dan menjelang tidur. 5. Gosok gigi ditingkatkan. Dari 3 kali sehari menjadi berkali-kali. Terutama setelah makan, supaya nggak ada keinginan untuk makan lagi. (Menurut penelitian di majalah, gosok gigi sesering mungkin bisa mendukung program diet. Soalnya kalau udah gosok gigi, jadi males makan 6. Menggiatkan diri dalam kegiatan cuci piring, menyapu dan mengepel kamar sendiri, serta naik turun tangga minimal 3 kali sehari (termasuk dalam kategori gerak badan ringan) 7. Berenang. Menurut penelitian ini kegiatan yang paling banyak membakar kalori. Berhubung belum bisa renang, maka terpaksa belajar renang dulu. Eh, menurut teman, belajar renang itu lebih menghabiskan kalori ketimbang berenangnya. Yuhuiiii...Btw, berenang dimana ya? Jangan di Youth Center Otista, aku pernah lihat ada laki-laki iseng ngintip dari celah di pintu kayu. Hiiiii...menyeramkan! Catatan tambahan: Jika memungkinkan, dalam artian bisa libur satu hari penuh, mau coba diet detoks. Selesai menyusun program ini, langsung memberitahu orang-orang di sekelilingku. Mulai dari ibu, adik, ponakan (aih, sayang...Kamu salah satu penyebab bunda sering mengonsumsi es krim), dan teman-teman, supaya mereka mendukung, mengingatkan jika aku mulai lupa dan bandel, serta berhati-hati untuk makan enak di depanku. Btw, sebenarnya tahan-tahan aja sih, lihat mereka makan coklat, snack, kacang, permen, bakso, mi ayam, ketoprak, otak-otak di depanku. Sudah nggak bisa tahan lagi kalau lihat mereka pegang es krim, roti dan cenil. Jadi begitulah. Program sudah berhasil disusun, strategi sudah dicanangkan. Masalahnya sekarang, sanggupkah menjalaninya? Nb: 1. Kemarin waktu ke Atrium nggak sengaja lihat Baltic’s Ice Cream. Tempat es krim tradisional yang terletak di Jalan Kramat dan sudah lama banget ku incer. Jadi pengen mampir!!!
Nb: 2. Eh, kelupaan, harus menyusun jadwal tidur juga. Menurut majalah kesehatan, tidur paling baik itu antara pukul 22.00 - 04.00 WIB. Karena dari pukul 23.00 - 01.00, sel-sel kulit tengah bekerja, memperbaiki kondisinya. |
| nengjeni May 11, 2006 09:48 AM PDT south beach diet plus yoga ... ditanggung mantab dah ..... | ||
| johan May 7, 2006 11:59 PM PDT temen gue atlet pencak silat .. suatu kali dia mo tanding .. cuma berat badannya kelebihan (nggak boleh karena kelas nya dia ada batasan berat) ... padahal tertandingan tinggal 6 jam lagi .. apa yg dia lakukan ? Pake jaket tebel .. trus lari-lari tengah hari bolong di jalan raya ... percaya gak dia turun 1 kilo langsung ... nah silahkan dicoba ..hehehehe | ||
| bang pi'i May 7, 2006 10:50 PM PDT bukunya Uka yg mana saja mbak MH? saya nanti nitip beliin boleh ndak? disini distribusi buku payahe poll!!! ya? mau ya? | ||
| bang pi'i May 7, 2006 08:20 PM PDT diet sih boleh saja... apa sudah dipikirkan baik buruknya? ha ibuk saya malah lebih seneng kalo saya gembil bin gemuk kayak sekarang je!! (sambil pasang muka iba memegang lemak di perut yang mulai menjajah) | ||
| Leave a Comment: |