Entry: TUJUH TAHUN Monday, November 02, 2009



Semalam, selesai bersantap di daerah Menteng, tiba-tiba saja Ibu bercerita tentang kebiasaan Bapak yang kerap menggoda dan meledek Ibu.

BAPAK
Bu, ke restoran yuk.

IBU
Mau makan di restoran?

BAPAK
(kalem) Nggak. Kita nonton orang makan aja.

IBU
(melotot)

Atau di lain kesempatan,

IBU
Hari ini kita makan di luar ya Pak.

BAPAK
Siap!
(langsung ambil tikar dan gelar di luar rumah)

IBU
(bingung) loh, kok malah nggelar tikar di luar?

BAPAK
(pasang muka serius dan polos) Katanya mau makan di luar.

IBU
(kesal) Hhheeeh!


Dulu, Ibu akan merasa kesal setiap kali Bapak menggoda atau meledeknya.

Tapi kini, apapun tentang Bapak, menjadi kenangan manis dan menambah kadar kerinduan Ibu pada Bapak. Hingga tak ada ruang kosong yang tersisa untuk laki-laki lain yang ingin mengisi hati Ibu.

IBU
Nggak ada laki-laki lain sehebat dan seganteng Bapakmu!

Itu jawaban Ibu, ketika pada suatu hari aku memintanya untuk menikah kembali.

Bagi Ibu, Bapak adalah cinta pertama sekaligus cinta terakhirnya. Tidak jarang kudapati Ibu berkaca-kaca saat bicara tentang Bapak atau ketika memandangi fotonya. Seperti tiga hari yang lalu, Ibu mendatangiku sambil membawa foto Bapak.

IBU
Hari ini, tepat tujuh tahun Bapak meninggal, Mbak. Tapi Ibu selalu ngerasa kalau Bapak masih ada disini.

Aku hanya bisa memandang Ibu. Memandang wajah tuanya dan matanya yang berpendar menyimpan kerinduan. Iya, sudah tujuh tahun Bapak pergi, tapi aku bisa lihat cinta Ibu pada Bapak masih sama seperti saat mereka pertama kali bertemu 33 tahun lalu.

AKU
Kita bacain Al Fatihan buat Bapak ya Bu.



p.s. Ya Allah, jagalah Bapak. Berilah laki-laki yang kami kasihi itu tempat yang lapang dan tenang disamping-MU. Amin.


   4 comments

ipied
November 13, 2009   07:11 AM PST
 
ya ampun aku mewek pagi2 baca ini.... :(( cinta yang abadi....hiks... hu...hu..hu.. :((
merahitam
November 9, 2009   11:36 PM PST
 
@ Kopisusu : amin...amin...amin. Makasih ya jeng.

@ Yati : *hugs* Makasih say.
kopisusu
November 6, 2009   03:34 PM PST
 
Aamiin. Mudah-mudahan Bapak mendapatkan kemudahan dan tempat yang terbaik disana..

Juga segala kebaikan yang diwariskan kepada keluarga, selalu terjaga.
yati
November 5, 2009   02:09 PM PST
 
:(

*peluk2 Dian*
ga bisa berkata2...

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments