 |

Tuesday, September 09, 2008
Posted at 11:53 pm by kisahmerahitam
Permalink
Tuesday, August 26, 2008
Satu malam, di sebuah ruang studio radio "Remaja Gagap", seorang penyiar tengah mengudara. PENYIAR RADIO Sobat muda di seantero negeri gagap, buat elo yang pengen pesan lagu, atau kirim-kirim salam, telepon aja ke nomor 08782007xxxx...
SFX: Terdengar dering telepon. PENYIAR RADIO Sepertinya sudah ada yang menelepon. (beat, di telepon) Halo...!
MERAHITAM (OS) Halo...Radio Remaja Gagap?
PENYIAR RADIO Yup, bener banget. Ini dengan siapa dan dimana?
MERAHITAM (OS) Merahitam, yang lagi ada di atas hamparan rumput di bawah taburan bintang. Boleh kirim-kirim pesan nggak?
PENYIAR RADIO Boleh dong. Buat siapa?
MERAHITAM (OS) Buat penggemar gelapku, pemilik nomor 0878xxxx0288. Aku cuma mau bilang...(beat) Sayang, makasih ya udah jadi penggemarku. Udah rajin miscall-in aku tiap hari. Bukan cuma 1-2 kali tapi lebih dari 15 kali per hari. Sayangnya, penggemarku udah terlalu banyak, dan aku nggak bisa lagi menampung perhatian darimu. Dengan ini, kuputuskan untuk putus denganmu, sebelum kita memulai hubungan yang lebih jauh. Tolong jangan pernah miscall-miscall aku lagi. Karena rasa cintaku bisa berubah menjadi kebencian. Jangan sampai aku melaporkanmu pada polisi karena sudah mengganggu ketenangan hariku. Salam penuh cinta, Merahitam.
PENYIAR RADIO Wow...semoga penggemar gelapmu, pemilik nomor xxxx20070288, mendengarkan pesan kamu malam ini ya...
MERAHITAM (OS) Iya, moga-moga aja...
PENYIAR RADIO Mau diputerin lagu apa, Merahitam?
MERAHITAM (OS) Bete dari Dewiq...
PENYIAR RADIO Oke, buat kamu Merahitam dan semua sobat muda di seantero negeri gagap, BETE dari Dewiq... SFX: Suara musik mengalun. Terdengar DEWIQ dan IPANG tengah berduet menyanyikan lagu BETE. DEWIQ dan IPANG (OS) Bete,bete,bete,bete,bete,bete ahhh Bete,bete ahhh...Bete,bete ahhh Basi,basi,basi,basi,basi,basi lohhh Lama-lama aku bisa jadi gila Baby aku inginkan putus Baby aku tak sanggup lagi denganmu
Posted at 01:58 am by kisahmerahitam
Permalink
Thursday, August 21, 2008
Kawan saya yang ini memang baik sekali. Tak ada angin dan hujan, tiba-tiba menghadiahi award. Sebenarnya saya lebih suka kalau ditransfer uang sebanyak 12 digit. Hihihihi...Tapi terimakasih ya Jeng Luvie. Saya sudah pasang awardnya di blog.
Sebagai konsekuensi menerima award, maka saya harus mematuhi aturannya. Here are the rules to follow: When you receive the prize you must write a post showing it, together with the name of who has given it to you, and link them back. Choose a minimum of 7 blogs (or even more) that you find brilliant in their content or design. Show their names and links and leave them a comment informing they were prized with 'Brilliant Weblog'. Show a picture of those who awarded you and those you give the prize (optional). All the bloggers have wonderful work and content in their blog and all deserve to get this. As per the rules I would like to pass this award to my fellow bloggers mentioned below:
Selanjutnya, saya akan memberikan award ini pada: 1. Yati, karena konsistensi dan keberaniannya mengutarakan pendapatnya di Bergerak. 2. Mbak Sil, yang selalu bisa bikin saya senyum tiap kali baca postingan-postingannya. Makanya saya suka mampir ke blognya, biarpun belakangan ini cuma baca lewat greader aja. Huhuhuhuhu... 3. Mas KW, yang tulisannya makin hari makin keren. Saya salut padanya. Pada kesungguhannya belajar menulis. Lebih dari setahun yang lalu, ia sempat bercerita tentang keinginannya untuk belajar menulis. Dan kini, setiap kali saya membaca tulisan-tulisannya yang sekarang, lantas membandingkannya dengan tulisan-tulisannya yang dulu, saya seperti melihat ulat yang sudah menjelma menjadi kupu-kupu. Saya pengen banget punya semangat dan kesungguhan belajar seperti beliau. 4. Mbak Fitri, yang tulisannya dari dulu sampai sekarang tetap bagus dan asik dibaca. Saya paling suka membaca resensi film yang ditulisnya  5. Kang Luigi, yang tengah berada di negeri bau kelek. Hehehehe...Senang aja tiap mampir ke blog-nya, mendapat "pencerahan" tentang negeri lain yang entah kapan bisa saya kunjungi. 6. Fitra, yang tulisan-tulisannya selalu inspiratif. Jadi kapan kita mau ngeteh bareng bu?  7. Ika, yang tulisan-tulisannya selalu menyentuh dan bikin terharu. Semoga awet di kos-kos-anmu ya Jeng dan tetap semangat. 8. Ogi, sang pengantin baru yang isi blognya selalu informatif. 9. Adnan, sahabat saya sejak jaman kuliah dulu, yang tetap konsisten memerangi korupsi. Tetap semangat ya, semoga tidak ada lagi korupsi di negeri ini. Amin. 10. Jeng Tika, yang tengah berdebar-debar senang menanti kelahiran buah hatinya. Tetap rajin nge-blog ya, jangan kayak saya, angot-angotan  11. Mbak Mlandhing, yang baik hati dan gemar membagikan resep-resep andalannya. Saya sering nyontek resep dari blog beliau untuk dipraktekan di tiap weekend. Makasih mbak. Muach! Muach! 12. Tito, dokter hewan yang senang menggambar. Biar komik Rabu-nya nggak pernah telat 
13. Dan...Buat EBESS, lantaran blognya bikin saya melek sedikit soal musik. Hehehehehe... Selamat ya, jangan lupa dipasang awardnya 
Posted at 02:21 pm by kisahmerahitam
Permalink
Tuesday, August 19, 2008
Perempuan itu tertunduk dalam diam. Pipinya merona. Senyum senantiasa menghias bibirnya. Tak didengarkannya Pak Sri, pemuka masyarakat yang menjadi pembawa acara sekaligus saksi, berbicara. Suara laki-laki berwajah tenang itu hanya terdengar lamat-lamat lewat di telinganya. Perempuan itu sibuk mendengarkan irama jantungnya yang berdeburan. Angannya terbang menjelajah ke masa lalu, kini dan nanti. Merambat pada jari-jemarinya yang pucat dan gemetar. Pada janji dan pengharapan yang menghias manis di salah satu jemarinya. Hatinya riang tak terkira. Tak ada kata yang mampu melukiskan kegembiraannya. Jikalau kau datang dan menyapanya, percayalah, ia tak akan mampu menjawab sapamu. Tapi ia akan memelukmu erat-erat. Menularkan kegembiraannya padamu. Jika saat itu kau berkeluh kesah padanya, ia akan tetap diam dan tak mengatakan apapun. Jangankan satu kalimat, satu kata ketenangan pun tak akan ia ucapkan. Tapi matanya yang berpendar bercahaya akan menatapmu mesra, dan bibirnya yang hangat, membagi kegembiraannya padamu. Membuang jauh-jauh keluh-kesahmu. Jika kau memberinya kabar gembira, ia akan menambahkan kegembiraannya padamu. Hingga kau merasa tak ada lagi ruang sedih dan hampa yang tersisa di dunia. Percayalah, perempuan itu rela membagi seluruh kebahagiaannya denganmu. Tapi ia tak akan pernah rela kehilangan hari itu. :. 9 Agustus 2008
Posted at 02:48 am by kisahmerahitam
Permalink
Sunday, August 17, 2008
Semoga Merdeka, berarti bisa berkata TIDAK.
Amin.
* Salam setengah merdeka!
Posted at 10:35 pm by kisahmerahitam
Permalink
Monday, August 11, 2008
DI SATU BINTANG AKU MENUNGGU
(Naff)
Jangan terlalu lama kau pergi dariku Jangan terlalu jauh kau dari sisiku Tak mampu ku menahan rasa rindu ini Cepatlah kau pulang
Jangan terlalu lama kau meninggalkanku Jangan terlalu jauh kau dari pelukku Tak sanggup ku terpisah lagi dari dirimu Segeralah kau pulang
Di satu bintang aku menunggu Menjagamu menuntaskan rindu Di satu bintang aku menanti Menanti engkau datang kembali
Ooohhh...Oohhh...
Jangan terlalu lama kau pergi dariku Jangan terlalu jauh kau dari pelukku Tak sanggup ku menahan rasa rindu ini Cepatlah kau pulang
Oooh...Ooohh...
Di satu bintang aku menunggu Menjagamu menuntaskan rindu Di satu bintang aku menanti Menanti engkau datang kembali
Di satu bintang aku menunggu Menjagamu melepaskan rindu Di satu bintang aku menanti Menanti engkau datang kembali
* Sayang tak berhasil mendapatkan MP3 atau video-nya untuk dipasang disini.
Posted at 01:44 pm by kisahmerahitam
Permalink
Monday, August 04, 2008
Andai hari ini aku menemukan 7 dragon ball,
kan kupinta malam tak lekas datang.
*miss you*
Posted at 02:00 am by kisahmerahitam
Permalink
Friday, July 25, 2008
Ada yang akan tiba Menjelajah rindu hingga ke jazirah marunku Ditiupnya namaku sebagai tarian rumi Menggangsing merah, putih, kelabu Tak ada celah sangsi Sebagai bumi merindu matahari
* Makasih Mas Aang, untuk puisi cantiknya. Semoga bumi-mu sampai Jakarta ya :)
Posted at 07:34 am by kisahmerahitam
Permalink
Thursday, July 24, 2008
Senja tak pernah memilih warna Perasaan yang menetapkannya Kelabu, jingga atau keemasan Aku memilih kelabu, karena aku lupa warna lainnya
* Senangnya punya kawan jago bikin puisi. Tiap kali pasti ada puisi-puisi baru yang boleh kuabadikan di blog. Makasih ya Mas :)
Posted at 11:24 pm by kisahmerahitam
Permalink
Wednesday, July 23, 2008
Sebuah pesan singkat dari Ito, mampir
di ponsel. Saya terharu membacanya.
Sahabat adalah dia yang
menghampiri
ketika seluruh dunia menjauh.
Karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata.
Saat tangan terluka, mata menangis.
Saat mata menangis, tangan yang menghapus airmatanya.
"Selamat Hari Persahabatan Sedunia"
Untuk Ito dan
semua sahabat; yang dekat maupun yang jauh; yang sudah maupun belum pernah
bertemu; yang sudah maupun belum pernah saya repotin; yang sudah maupun belum
pernah saya pinjam bajunya, bukunya, bahunya, telinganya, dan kamarnya; yang
sudah maupun belum pernah saya omelin, cubit, peluk, cium, goda, ledek, puji,
protes, dan semua ekspresi sayang dan gemas yang bisa saya ungkapkan, saya mau
bilang:
TERIMA KASIH BANYAK,
SUDAH DAN TETAP MAU MENJADI SAHABATKU.
PELUK HANGAT DAN PENUH CINTA BUAT KALIAN.
Posted at 11:04 pm by kisahmerahitam
Permalink
|
 |
|