Thursday, August 21, 2008
HOREEE...DAPAT AWARD!


Kawan saya yang ini memang baik sekali. Tak ada angin dan hujan, tiba-tiba menghadiahi award. Sebenarnya saya lebih suka kalau ditransfer uang sebanyak 12 digit. Hihihihi...Tapi terimakasih ya Jeng Luvie. Saya sudah pasang awardnya di blog.


 


Sebagai konsekuensi menerima award, maka saya harus mematuhi aturannya.

Here are the rules to follow:

When you receive the prize you must write a post showing it, together with the name of who has given it to you, and link them back. Choose a minimum of 7 blogs (or even more) that you find brilliant in their content or design. Show their names and links and leave them a comment informing they were prized with 'Brilliant Weblog'. Show a picture of those who awarded you and those you give the prize (optional). All the bloggers have wonderful work and content in their blog and all deserve to get this. As per the rules I would like to pass this award to my fellow bloggers mentioned below:


Selanjutnya, saya akan memberikan award ini pada:

1.
Yati, karena konsistensi dan keberaniannya mengutarakan pendapatnya di Bergerak.

2.
Mbak Sil, yang selalu bisa bikin saya senyum tiap kali baca postingan-postingannya. Makanya saya suka mampir ke blognya, biarpun belakangan ini cuma baca lewat greader aja. Huhuhuhuhu...

3.
Mas KW, yang tulisannya makin hari makin keren. Saya salut padanya. Pada kesungguhannya belajar menulis. Lebih dari setahun yang lalu, ia sempat bercerita tentang keinginannya untuk belajar menulis. Dan kini, setiap kali saya membaca tulisan-tulisannya yang sekarang, lantas membandingkannya dengan tulisan-tulisannya yang dulu, saya seperti melihat ulat yang sudah menjelma menjadi kupu-kupu. Saya pengen banget punya semangat dan kesungguhan belajar seperti beliau.

4.
Mbak Fitri, yang tulisannya dari dulu sampai sekarang tetap bagus dan asik dibaca. Saya paling suka membaca resensi film yang ditulisnya Big Smile

5.
Kang Luigi, yang tengah berada di negeri bau kelek. Hehehehe...Senang aja tiap mampir ke blog-nya, mendapat "pencerahan" tentang negeri lain yang entah kapan bisa saya kunjungi.

6.
Fitra, yang tulisan-tulisannya selalu inspiratif. Jadi kapan kita mau ngeteh bareng bu? Big Smile

7.
Ika, yang tulisan-tulisannya selalu menyentuh dan bikin terharu. Semoga awet di kos-kos-anmu ya Jeng dan tetap semangat.

8.
Ogi, sang pengantin baru yang isi blognya selalu informatif.

9.
Adnan, sahabat saya sejak jaman kuliah dulu, yang tetap konsisten memerangi korupsi. Tetap semangat ya, semoga tidak ada lagi korupsi di negeri ini. Amin.

10.
Jeng Tika, yang tengah berdebar-debar senang menanti kelahiran buah hatinya. Tetap rajin nge-blog ya, jangan kayak saya, angot-angotan Big Smile

11.
Mbak Mlandhing, yang baik hati dan gemar membagikan resep-resep andalannya. Saya sering nyontek resep dari blog beliau untuk dipraktekan di tiap weekend. Makasih mbak. Muach! Muach!

12.
Tito, dokter hewan yang senang menggambar. Biar komik Rabu-nya nggak pernah telat Tongue

13. Dan...Buat
EBESS, lantaran blognya bikin saya melek sedikit soal musik. Hehehehehe...

Selamat ya, jangan lupa dipasang awardnya 
Big Smile

Posted at 02:21 pm by kisahmerahitam
Comments (19)  

Tuesday, August 19, 2008
SEMBILAN AGUSTUS


Perempuan itu tertunduk dalam diam. Pipinya merona. Senyum senantiasa menghias bibirnya. Tak didengarkannya Pak Sri, pemuka masyarakat yang menjadi pembawa acara sekaligus saksi, berbicara. Suara laki-laki berwajah tenang itu hanya terdengar lamat-lamat lewat di telinganya.

Perempuan itu sibuk mendengarkan irama jantungnya yang berdeburan. Angannya terbang menjelajah ke masa lalu, kini dan nanti. Merambat pada jari-jemarinya yang pucat dan gemetar. Pada janji dan pengharapan yang menghias manis di salah satu jemarinya.

Hatinya riang tak terkira. Tak ada kata yang mampu melukiskan kegembiraannya. Jikalau kau datang dan menyapanya, percayalah, ia tak akan mampu menjawab sapamu. Tapi ia akan memelukmu erat-erat. Menularkan kegembiraannya padamu.

Jika saat itu kau berkeluh kesah padanya, ia akan tetap diam dan tak mengatakan apapun. Jangankan satu kalimat, satu kata ketenangan pun tak akan ia ucapkan. Tapi matanya yang berpendar bercahaya akan menatapmu mesra, dan bibirnya yang hangat, membagi kegembiraannya padamu. Membuang jauh-jauh keluh-kesahmu.

Jika kau memberinya kabar gembira, ia akan menambahkan kegembiraannya padamu. Hingga kau merasa tak ada lagi ruang sedih dan hampa yang tersisa di dunia.

Percayalah, perempuan itu rela membagi seluruh kebahagiaannya denganmu. Tapi ia tak akan pernah rela kehilangan hari itu.

:. 9 Agustus 2008


Posted at 02:48 am by kisahmerahitam
Comments (8)  

Sunday, August 17, 2008
MERDEKA


Semoga Merdeka, berarti bisa berkata TIDAK.

Amin.



* Salam setengah merdeka!

Posted at 10:35 pm by kisahmerahitam
Comments (3)  

Monday, August 11, 2008
DI SATU BINTANG AKU MENUNGGU

(Naff)


Jangan terlalu lama kau pergi dariku
Jangan terlalu jauh kau dari sisiku
Tak mampu ku menahan rasa rindu ini
Cepatlah kau pulang

Jangan terlalu lama kau meninggalkanku
Jangan terlalu jauh kau dari pelukku
Tak sanggup ku terpisah lagi dari dirimu
Segeralah kau pulang

Di satu bintang aku menunggu
Menjagamu menuntaskan rindu
Di satu bintang aku menanti
Menanti engkau datang kembali

Ooohhh...Oohhh...

Jangan terlalu lama kau pergi dariku
Jangan terlalu jauh kau dari pelukku
Tak sanggup ku menahan rasa rindu ini
Cepatlah kau pulang

Oooh...Ooohh...

Di satu bintang aku menunggu
Menjagamu menuntaskan rindu
Di satu bintang aku menanti
Menanti engkau datang kembali

Di satu bintang aku menunggu
Menjagamu melepaskan rindu
Di satu bintang aku menanti
Menanti engkau datang kembali


* Sayang tak berhasil mendapatkan MP3 atau video-nya untuk dipasang disini.

Posted at 01:44 pm by kisahmerahitam
Comments (8)  

Monday, August 04, 2008
7 DRAGON BALL


Andai hari ini aku menemukan 7 dragon ball,

kan kupinta malam tak lekas datang.




*miss you*


Posted at 02:00 am by kisahmerahitam
Comments (12)  

Friday, July 25, 2008
ADA YANG AKAN TIBA


Ada yang akan tiba
Menjelajah rindu hingga ke jazirah marunku
Ditiupnya namaku sebagai tarian rumi
Menggangsing merah, putih, kelabu
Tak ada celah sangsi
Sebagai bumi merindu matahari


* Makasih Mas Aang, untuk puisi cantiknya. Semoga bumi-mu sampai Jakarta ya :)


Posted at 07:34 am by kisahmerahitam
Comments (11)  

Thursday, July 24, 2008
KELABU


Senja tak pernah memilih warna
Perasaan yang menetapkannya
Kelabu, jingga atau keemasan
Aku memilih kelabu,
karena aku lupa warna lainnya


* Senangnya punya kawan jago bikin puisi. Tiap kali pasti ada puisi-puisi baru yang boleh kuabadikan di blog. Makasih ya Mas :)


Posted at 11:24 pm by kisahmerahitam
Comments (3)  

Wednesday, July 23, 2008
SAHABAT


Sebuah pesan singkat dari
Ito, mampir di ponsel. Saya terharu membacanya.

Sahabat adalah dia yang menghampiri
ketika seluruh dunia menjauh.
Karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata.
Saat tangan terluka, mata menangis.
Saat mata menangis, tangan yang menghapus airmatanya.
"Selamat Hari Persahabatan Sedunia"


Untuk Ito dan semua sahabat; yang dekat maupun yang jauh; yang sudah maupun belum pernah bertemu; yang sudah maupun belum pernah saya repotin; yang sudah maupun belum pernah saya pinjam bajunya, bukunya, bahunya, telinganya, dan kamarnya; yang sudah maupun belum pernah saya omelin, cubit, peluk, cium, goda, ledek, puji, protes, dan semua ekspresi sayang dan gemas yang bisa saya ungkapkan, saya mau bilang:

TERIMA KASIH BANYAK,
SUDAH DAN TETAP MAU MENJADI SAHABATKU.
PELUK HANGAT DAN PENUH CINTA BUAT KALIAN.

 

Posted at 11:04 pm by kisahmerahitam
Comments (8)  

SALAH JAWAB


Satu hari, saya bertemu dengan seorang kawan lama. Sebut saja X. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, terjadilah percakapan berikut ini, antara saya (S) dengan si kawan lama (X).


X : Kantor lo dimana?

S : Gue nggak punya kantor.

X : Ooooh...Nganggur.

S : Nggak kok, gue kerjanya di rumah.

X : Di rumah itu namanya bukan kerja. Udah berapa lama lo nganggur?

S : *bengong*

X : Udah cari-cari kerjaan? Mau gue cariin?

S : Nggak usah, makasih.

X : Gimana sih lo. Mau dicariin kerjaan nggak mau. Sekarang ini udah waktunya perempuan nggak cuma di rumah...

Selanjutnya si X menguraikan penjelasannya tentang emansipasi wanita secara panjang dan lebar. Saya cuma bengong.

******


Lain waktu, Adik Sepupu (AS) bertandang ke rumah dan melihat saya tengah bekerja.


AS : Lagi ngapain mbak?

S : Ngetik.

AS : Yaelah mbak...kerja cuma ngetik aja, sok sibuk banget sih? Tiap kali diajak pergi nggak pernah bisa.

S : *baru buka mulut, mau ngomong*

AS : Kalau cuma ngetik doang sih anak SMP juga bisa. Sini gue gantiin.

Dan saya pun cuma bisa mendongkol dalam hati.

 

*****

 
Dalam satu kesempatan makan siang dengan beberapa orang kawan (A, B, C).

 

A : Lo kalau kerja sampai jam berapa?

S : Tergantung, tapi biasanya sampai jam 1 atau 2 malam. Kalau lagi banyak ya bisa sampai pagi.

B : Dari pagi sampai pagi lagi?

S : *mengangguk*

C : Gila lo, ngetik doang lama banget. Pasti lo ngetiknya pakai 11 jari ya?  Alias 2 jari...Hahahaha...*sambil mengacungkan kedua jari telunjuknya*

S : Pakai 10 jari kok.

C : Pakai 10 jari kok lambat?

S : *diam saja*

C : Beneran 10 jari? Jangan-jangan cuma ngaku-ngaku lagi. Harusnya kalau udah pakai 10 jari, ngetiknya lebih cepet dong. Paling berapa jam juga udah selesai, nggak sampai sehari-semalam.

Saya menyumpah dalam hati. "Sial, lo pikir bikin naskah itu kayak nyablon? Tinggal sreeet dan jadi?"

 

*****

 
Lain kali kalau saya dapat pertanyaan-pertanyaan seperti di atas, lebih baik saya jawab apa ya?


Posted at 05:38 pm by kisahmerahitam
Comments (9)  

Monday, July 21, 2008
BERUNTUNG

Saya merasa beruntung.

Ya, saya merasa beruntung menemukan buku kumpulan puisi MANTRA ORANG JAWA, yang ditulis Sapardi Djoko Damono, dengan harga hanya lima ribu rupiah. Serta sebuah buku kumpulan puisi Mudji Sutrisno dan Willy Hangguman berjudul ZIARAH ANGGUR seharga sepuluh ribu rupiah.


Saya benar-benar kalap saat mengunjungi Pesta Buku Gramedia di Grand Indonesia, kemarin malam. Selain kedua buku yang saya sebut di atas, masih banyak buku-buku lain yang dijual dengan harga miring. Kumpulan cerpen BIBIR DALAM PISPOT-nya Hamsad Rangkuti serta IBLIS NGAMBEK milik Indra Tranggono  pun dijual seharga sepuluh ribu rupiah.

Bahkan, ada buku anak-anak yang menurut saya cukup bagus dan mendidik, hanya dijual tiga ribu rupiah per buah. Saya langsung membeli beberapa seri sekaligus. Saya berniat mengirimkannya pada keponakan yang saat ini baru masuk TK.

Itu sebabnya saya merasa beruntung, bisa mendapatkan buku-buku bagus dengan harga murah.

Tapi sayangnya, saya belum sempat membaca semuanya. Saya baru membuka Ziarah Anggur dan membaca kumpulan puisi di dalamnya. Ada salah satu puisi Romo Mudji yang saya suka dan ingin saya kutip disini.

PROSES

Aku butuh waktu berkesabaran
Aku minta ruang berkeluasan
Buat lahir
Tumbuh
Nangis
Tawa
Bercinta
Berbuah
Kehidupan


Ps. Ah ya, saya kesulitan menemukan link yang merujuk pada siapa Romo Mudji. Bahkan di wikipedia pun tidak ada. Saya mengingatnya sebagai laki-laki baik hati, sederhana, ramah dan gampang akrab dengan siapapun. Saya masih ingat, satu hari, saat saya dan beberapa orang kawan terburu-buru mencari kamar perawatan seorang kawan di rumah sakit Carolus,  Romo Mudji yang tengah berada di rumah sakit tersebut, tiba-tiba datang menyapa dan membantu kami mencari kamar sang kawan. Padahal sebelumnya kami hanya berjumpa dan berbincang beberapa kali di acara diskusi yang diadakan DIDAKTIKA. Rupanya Romo Mudji masih mengingat kami dengan baik.


Posted at 03:20 pm by kisahmerahitam
Comments (8)  


Next Page




<< August 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




Merahitam's Blog












KISAH LALU
Luvi's Blog





DUKUNG LAMPUNG!

Wisata Lampung


CINTA YOGYA!

Tour de Djokdja


Bloggers For Bangsari

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html



 


BINGKAI

Foto Kopdar di Pizza Hut - Thamrin



Foto 2




SENANDUNG


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed