Suatu siang, dua orang kawan tengah berbincang.
+ bagaimana
kalau kita merampok saja?
- merampok
siapa enaknya ?
+ ehm...anggota
dpr sama jaksa aja. kita sadap telepon
mereka
- hihihi
+ biar tahu
dimana mereka janjian nerima uang suap.
hihihihihihi
- terus
kita ambil duluan
+ ho oh, lumayan
kan
- atau kita
peras pake foto2 syur
+ kalau dari satu jaksa/anggota dpr bisa dapat
1 milyar, berarti nanti bisa dapet uang banyak banget tuh.
- iya kita
bagi berdua dapt 500 juta
+ Di depositoin, atau ditaruh di pasar saham,
suruh orang kelola, kita tinggal ongkang2 kaki
- betul
sekali
+ kerjanya
tiap hari liburan terus
- sahamnya
kita taro di bakrie, biar nambah terus
+ woh iya
itu, pasti berkali2 lipat jadinya.
- 
+ Apalagi bisnisnya maju terus. Kita bisa
nguasain media. Telekomunikasi. Wah, makin mudah menyadap telepon lagi. Kalau
butuh duit, kita tinggal nyadap
- betul. Kalo
perlu metro, tempo, indosat kita beli !
+ sip.. kita
bikin berita sendiri 
- naah...suka
aku cara itu..hehehe
+ indonesia
kita beli
- terus
pulaunya dijual2in. Wah...hidup makmur
+ ho oh. Orang2 yang mengganggu kita usir. Presidennya
kita pilih orang yang bisa diatur
- wah..gampang
itu, teserah siapa presidennya, asal
didanai
aja pemilunya
+ kalau dia
macam2, kita tendang
- kalau
perlu semua kandidat kita yang danai
+ sip. jadi semua
pasti gak berani macem2 sama kita
- logistik
kpu, kita jadi vendornya
+ ho oh...ho
oh
- heheeh
+ biar kita
gampang manipulasinya
- sip sip
+ sembako kita distributornya. minyak, segala
macam, kita juga yang kuasai. Wah...asik kali ya?
- asik
banget. duit kita yang cetak
+ kalau duit
kita yang cetak, aku mau fotoku ditaruh di
duitnya
- iya dong.
Aku mau fotoku tampak belakang
+ boleh2. Pokoknya posenya sesuka hati. Kira2 percakapan
ini disadap sama pemerintah tidak ya? *tengok kanan-kiri*
- woo...nda
berani mereka, kan kita yang megang
(masih
ngayal)
+ bisa kita
perkarakan mereka ya. kita penjarain
- iya
Ada yang ingin ikut berkhayal?
Posted at 08:37 pm by kisahmerahitam
Permalink