Friday, June 02, 2006
PERTEMANAN

Mungkinkah Kawan Juga Punya Masa Kadaluwarsa?

 

 

Beberapa hari yang lalu, kawan dari masa lalu menelepon. Kemunculannya, eh salah, teleponnya yang tiba-tiba itu jelas mengagetkanku.

 

"Hei, masih inget gue nggak? Gue Brad Pitt* dari kelas 3D..."

"Brad Pitt? Dari 3D?"

 

Otakku langsung bekerja. 3D...3D...3D...Apa kawan kuliah ya? Waktu tingkat satu kan masih pake kelas A,B,C, dan D, sebelum kemudian penjurusan. Atau kawan SMP?

 

"SMP 36...Inget?"

"Ohh...Iya...iya…Tapi lo yang mana ya?" (sambil nyengir)

 

Kawanku itu pun sibuk menjelaskan siapa dirinya, bagaimana sosoknya, cerita soal gimana kami waktu SMP dulu. Dan aku? Aku pun sibuk membongkar ingatanku, menyamakan tokoh-tokoh dalam otakku dengan deskripsi yang diberikannya. Lho...Nggak ada yang cocok.

 

"Hehehe...Maaf, tetep nggak inget. Tapi ntar kalau ketemu, mungkin inget lagi."

 

Aku mendengar tarikan nafas penuh kekecewaan dari seberang telepon. Sesaat kemudian Brad Pitt memaafkanku dan sibuk bercerita soal rencana reuni kawan-kawan SMP yang mau diadakan pertengahan Juli tahun ini. Percakapan itu berakhir dengan kesanggupanku untuk datang di acara tersebut. Setelah Brad Pitt selesai menelepon, aku langsung buru-buru menelepon Angelina Jolie*, salah satu kawan baikku di SMP.

 

"Jol, si Brad Pitt tadi telepon, ngajakin reunian. Lo inget dia nggak? Katanya anak 3D?."

"Eh, Brad Pitt? Aduh, yang mana ya? Perasaan, gue nggak kenal."

 

Nah lho...Bahkan Jolie pun nggak kenal dia.

 

------------------------------------------------------

 

Ini bukan kasus yang pertama. Belakangan ini sering banget lupa kawan-kawan lama, terutama yang sudah bertahun-tahun nggak ketemu. Waktu coba mendata ulang kawan-kawan sekolah mulai dari SD hingga kuliah, kawan-kawan chat, kawan-kawan Karang Taruna, lah kok cuma inget separuhnya. Separuhnya lagi entah menguap dimana. Kadang-kadang juga ngerasa banyak sosok-sosok samar yang perlahan menghilang dari ruang ingatanku.

 

Jadi mikir, apa kawan pun memiliki masa kadaluwarsa? Artinya begini, kawan-kawan SD hanya berlaku saat kita masih berada di masa itu? Ketika kita masuk SMP, banyak kawan-kawan baru...Yang anehnya terpaksa kita tinggalkan ketika kita duduk di bangku SMA. Ya, tidak berlaku seluruhnya sih. Kawan-kawan dekat yang masih keep contact dengan kita, akan terbawa terus sampai sekarang. Tapi jumlahnya, aku yakin nggak ada 1/3-nya.

 

Meski masa kadaluwarsa yang kumaksudkan disini, tidak seperti yang berlaku pada produk makanan dan minuman. Pada kedua produk tersebut, jika sudah melewati tanggal yang ditetapkan, sudah pasti tidak layak untuk dikonsumsi lagi.

 

Bagaimana dengan anda? Apa kawan-kawan anda pun memiliki masa kadaluwarsa juga?

 

 

Nb.

 

1.      Nama-nama terpaksa disamarkan demi privasi yang bersangkutan.

2.      Sedang sibuk mengingat dan menghubungi kawan-kawan, supaya tak banyak sosok dalam ingatan yang berubah samar-samar dan lantas menghilang...

Posted at 09:46 am by kisahmerahitam
Comments (7)  

Tuesday, May 30, 2006
PENGINGAT

Sabtu (27/5), sekitar jam 9 pagi, terbangun saat HP berdering kencang. Seorang kawan dari seberang telepon mengabarkan Yogya gempa. Karena masih ngantuk, lantaran baru tidur jam 6 pagi, rada-rada nggak ngeh. Begitu bangun langsung nyalain TV dan...

 

Innalillahi Wainnalillahi Roji'un...

 

Gempa besar melanda Yogya dan sekitarnya termasuk Klaten. Langsung panik. Pasalnya sebagian orang-orang terkasih tinggal di dua tempat tersebut. Buru-buru kuambil HP dan mulai menelepon mereka satu per satu. Makin bertambah panik, waktu nggak bisa menghubungi mereka sama sekali. Kirim sms pending terus.

 

Siang harinya, baru bisa sedikit lega. Beberapa sudah berhasil di kontak, terutama yang bermukim di Yogya. Alhamdulillah mereka baik-baik aja, meski tempat tinggalnya ada yang ambruk. Tapi mbah, bulik, om, pakde, bude, serta saudara-saudara sepupu yang di Klaten belum ada kabarnya sama sekali. Lagi-lagi dihubungi juga nggak bisa.  Maka sepanjang hari itu cuma nongkrongin TV, ganti-ganti chanel, cari berita tentang perkembangan Yogya, Klaten dan sekitarnya. Dan baru Senin (29/5) sore, kabar soal keluarga di Klaten nyampe ke Jakarta. Mbah dan semua kerabat baik-baik aja. Cuma genteng-genteng rumah pada berjatuhan.

 

Tapi miris rasanya ngelihat berita di TV. Korban terus berjatuhan. Nggak tanggung-tanggung, lebih dari 5 ribu orang meninggal. Ya Allah, cuma bisa ngelus dada dan berkaca-kaca. Makin miris waktu tahu bantuan baru disalurkan mulai hari ini. Padahal menurut beberapa sumber, katanya bantuan yang sudah terkumpul dari masyarakat sudah sekian milyar. Ah, kenapa ya kalau soal beginian responnya selalu telat? Mbok ya nggak usah pake jalur birokrasi yang berbelit-belit dan nggak usah pake seremonial serta tetek-bengek segala macam yang nggak perlu!!!

 

Seseorang pernah bilang padaku bahwa musibah, bencana, kecelakaan, penyakit adalah bentuk ujian dari Yang Diatas, supaya kita sadar dan ingat akan kekuasaan-NYA. Sebagai pengingat bahwa manusia hanya makhluk papa tanpa punya apapun, sehingga harusnya tak berbuat macam-macam di muka bumi. Tak membuat keonaran apalagi pengrusakan. Tidak sombong dan menzalimi sesamanya maupun mahluk lain.

 

Mungkin Yang Maha Kuasa memang tengah menguji kita. Mungkin Yang Maha Kuasa sekedar mengingatkan kita bahwa banyak ketidakadilan dan ketimpangan yang terjadi di negeri ini. Banyak hak yang terampas dan pihak yang tersakiti. Ada pihak yang semena-mena dan harus dibasmi. Banyak hal yang harusnya segera dibenahi.

 

Tapi kalau aku boleh protes pada-NYA, aku tak suka diberi pengingat macam begini.

 

 

 

Nb.

 

1.      Turut berduka yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa Yogya, Klaten dan sekitarnya. Berharap sepenuh hati semoga segera pulih seperti sediakala.

 

2.      Guna menghindari penumpukan bantuan di satu lokasi, beberapa kawan yang berhasil mengumpulkan bantuan langsung menyalurkannya ke lokasi yang terkena bencana. Kebetulan seorang kawan berhasil mendapatkan kontak di desa kecil bernama Ngemplak yang terletak di Kelurahan Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten. Desa kecil yang kebanyakan dihuni oleh lansia dan anak-anak ini luluh lantak dan belum tersentuh bantuan sama sekali. Jika anda berminat untuk ikut membantu, anda bisa menghubungi  Eko Ariyanto (Antok) di Ngemplak, dengan nomor 081578046878.

 

3.      Lebih bagus lagi jika anda pun berhasil mendapatkan kontak di desa-desa kecil lainnya. Karena bantuan sepatutnya diberikan per desa dengan bantuan masing-masing perangkat desa. Dikhawatirkan jika bantuan di drop di Kecamatan atau Kelurahan maka sudah dapat dipastikan desa-desa kecil macam Ngemplak dan yang lainnya, tidak akan kebagian jatah.

Posted at 09:38 am by kisahmerahitam
Comments (4)  

Wednesday, May 24, 2006
VONIS

Aduuhhh...Hari ini rasanya lelah luar biasa. Nggak ada tenaga yang tersisa bahkan untuk berkonsentrasi pun sulit. Tiga malam berturut-turut hampir tidak tidur, ditambah udara dingin dan harus menempuh perjalanan jauh, rasanya wajar saja kalau tubuh langsung drop. Ini kali pertamanya pergi ke Sukabumi, mengantri hingga semalaman lebih, kedinginan gara-gara lupa bawa jaket dan kaus kaki, serta berdesak-desakan. Ironisnya semua siksaan ini masih berujung pada vonis mengerikan yang keluar dari mulut laki-laki itu.

 

“Kamu kena kista...”

 

Posted at 04:56 pm by kisahmerahitam
Comments (9)  

Saturday, May 20, 2006
PEPAYA DAN SUNTIK SILIKON

Tiba-tiba saja keingetan sama Mbak Nah, asisten rumah tangga headwriterku. Sudah lama nggak ketemu gadis manis asal Cianjur yang baru berusia 16 tahun dan gemar menonton film India serta serial Korea itu. Padahal dulu waktu masih di Bintaro, Mbak Nah sering menggangguku dengan berbagai pertanyaannya yang sederhana namun menggelitik. Dan kalau dia sudah bertanya, maka aku harus memberi jawaban padanya. Kalau nggak, maka sepanjang hari itu, sampai hari-hari berikutnya dia akan terus-menerus menggangguku. Tak perduli aku sedang pontang-panting dikejar deadline atau nggak.

 

Ia juga punya kebiasaan yang unik. Beberapa kali aku bangunin, dia langsung bersungut-sungut kesal dan nggak mau ngomong sampai berhari-hari. Setelah dibujuk dan ditanya baik-baik, baru dia cerita alasan sebenarnya.

 

“Habis lagi asyik-asyiknya mimpi mau ketemu Delon, dibangunin. Kan jadi batal ketemu sama Delonnya!”

“Lagian, orang lagi mimpi makan bakso, dibangunin.”

“Duh mbak...Na’ kan lagi mimpi ketemu Jang Dong Gun!”

 

Oalah, cuma gara-gara mimpinya terpotong toh. Waktu kusuruh dia untuk nulis pesan di pintu kamarnya dengan tulisan, “Lagi mimpi nih mbak, tolong jangan dibangunin!”, dia malah ketawa cekikikan.

 

Lain hari, waktu kutawari buah pepaya, ia menggeleng. Padahal pepaya yang kutawarkan itu matang, ranum, dan manis. Awalnya kupikir Mbak Nah seperti kebanyakan orang lain yang nggak suka makan pepaya karena baunya yang khas, atau takut dibilang mirip dengan burung yang hobi makan pepaya. Tapi tiap kali melihat buah pepaya yang baru selesai kukupas, sorot matanya berbinar-binar, bibirnya berkecap beberapa kali. Maka lagi-lagi kusodorkan irisan pepaya itu padanya.

 

“Nih...Ambil aja...”

 

Dan lagi-lagi jawabnya:

 

“Nggak mau ah mbak...”

“Aku minta yang lainnya aja boleh?”

“Nggak mbak, aku takut”

 

Jadi penasaran. Kepengen tapi kok nggak mau makan. Setelah kudesak beberapa kali, akhirnya terungkap juga alasan sesungguhnya. Rupanya Mbak Nah takut kalau makan pepaya nanti, maaf...payudaranya makin bertambah besar, sebesar buah pepaya.

 

Langsung terpingkal-pingkal mendengar jawabannya yang polos. Dengan nada bercanda, kubilang padanya, wah, kalau pepaya bisa bikin payudara pemakannya jadi besar, suntik silikon nggak laku lagi dong mbak...

 

Eh, anehnya, dia tetap keukeuh sama pendiriannya dan nggak mau makan pepaya biarpun ngiler setengah hidup!

 

Btw, ada yang tertarik untuk membuktikan ucapan Mbak Nah?

Posted at 04:14 pm by kisahmerahitam
Comments (4)  

PERUBAHAN (1)

Catatan Kecil atas Kunjungan Singkat ke Kampus Tercinta

 

Sudah lama nggak blogwalking. Saat berkunjung ke beberapa blog, ada yang udah berubah penampilannya. Banyak yang sudah berganti tema tulisan. Ehm...Sama dengan pengalamanku beberapa hari lalu, saat berkunjung ke kampus. Hampir 4 tahun nggak pernah mampir, begitu mampir banyak hal yang membuatku terheran-heran dan terkagum-kagum.

 

Gedung-gedung kampus yang dulu usang, suram dan mirip kuburan tua kala malam menjelang, udah nggak ada lagi. Berganti dengan gedung-gedung bercat baru, sebagian dengan warna cerah, nge-jreng! Sebagian jurusan, ruang kuliahnya ber-AC. Bahkan gedung Pascasarjana dan gedung UT direnovasi. Gerbang depan dan jalan masuk, pun berubah. Sebagian area parkir berubah jadi lapangan olahraga sekaligus lapangan pertunjukan.

 

Di area parkir yang tersisa, berjajar mobil dan sepeda motor berbagai jenis dan merek. Eh, mobil-mobil itu sebenarnya sebagian milik siswa-siswi Labschool yang menitip parkir lantaran halaman sekolahnya tidak cukup untuk menampung mobil mereka. Disana-sini, sejauh mata memandang bertebaran wajah-wajah cantik, keren, ganteng dengan gaya berpakaian yang modis, nggak kalah sama model-model yang sering berseliweran di TV. Aih…kok beda banget sama jamanku dulu ya.

 

Dan ini dia, perubahan yang membuatku berbunga-bunga. Sebuah gedung bertuliskan: “FAKULTAS EKONOMI”. Jurusanku dulu, rupanya sudah jadi fakultas tersendiri. Menempati gedung R, yang dulu milik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS). Rasanya kok bangga gitu melihatnya. Makin berbunga-bunga waktu masuk ke perpustakaan pusat. Sekarang perpustakaan menambah jam bukanya hingga pukul 6 sore. Wah, coba dari dulu begitu ya...Jadi inget dulu waktu masih kuliah, sering banget bilang ke Purek 1 dan 3, minta jam buka perpustakaan diperpanjang. Tapi jawaban mereka: “Dibuka sampai jam 3 aja perpustakaan sepi, apalagi kalau dibuka sampai jam 6”. Uhh...Jawaban yang sangat-sangat-sangat tidak menyenangkan. Terlebih buatku yang hobi tidur di perpustakaan. Tapi terlepas dari itu, kok jadi iri, rasanya pengen kuliah lagi...:p

 

Yang namanya perubahan, dimanapun, selalu membawa konsekuensi tersendiri. Ada yang menyenangkan dan ada juga yang tidak menyenangkan. Bagi mahasiswa malas macam diriku, yang dulu sering banget menyepelekan jadwal pengisian, penyerahan dan perbaikan KRS, sistem baru jadi merepotkan. Nggak bisa sering-sering bolos kuliah pula. Bagi dosen-dosen tua yang juga sudah malas belajar, jadi merasa terpaksa belajar lagi. Maklum, sejak akhir tahun 2001, berlaku ketentuan baru, minimal harus S2.

 

Tapi aku nggak ngerti, apa peristiwa yang terjadi seputar pemilihan rektor baru merupakan dampak dari perubahan ini. Dulu seingatku, aku sempat mengalami 2,5 kali pergantian rektor baru yang ‘adem-ayem’ aja. Eh, kok ada setengahnya? Jadi, waktu awal-awal masuk kuliah, pemilihan rektor sudah memasuki putaran terakhir. Nah, kisruh soal pemilihan rektor kala itu ya biasa-biasa saja. Ada perang dingin. Ada perdebatan sengit di senat. Ada protes dari mahasiswa. Tapi semuanya ya biasa-biasa saja. Nah, pemilihan rektor kali ini berbuntut panjang. Pasalnya, selain rektor terpilih, ada pula rektor dipilih. Yang satu berasal dari pilihan senat, yang satunya dipilih oleh Depdiknas. Perseteruan kedua kubu membuat tampuk pimpinan di kampus jadi kosong selama beberapa bulan.

 

Itu baru kisruh pertama.

 

Kisruh kedua? SPP bakal naik lagi. Sekarang saja nilai nominalnya sudah 5-6 kali lipat dari nilai nominal SPP tahun 1999. Dampak dari perubahan rupanya memang makan biaya banyak. Ah, kalau sudah begini, aku jadi nggak iri lagi.

Posted at 04:12 pm by kisahmerahitam
Comments (3)  

Sunday, May 14, 2006
PROFESI

Kawan, maaf aku tak sengaja mendengar percakapanmu melalui telepon dengan kawanmu di seberang sana. Bukan...Bukan menguping. Kebetulan kau duduk tepat disampingku dan suaramu pun lumayan keras.  Tapi bukan soalan ini yang penting. 

 

“Nggak...Aku nggak bilang sama temen-temen lain soal kerjaanku sekarang. Malu...”

 

Kalimatmu itu yang membuatku sedikit terhenyak. Tapi aku paham. Bahwa kau aktivis kampus pada masanya. Kawan-kawanmu – yang sebagian besar juga ku kenal – bekerja di media, LSM, lembaga penelitian, dan sejumlah kantor yang lumayan bonafid (bernama besar meski tak tahu di dalamnya seperti apa). Mungkin kau malu lantaran kau hanya berprofesi sebagai kuli naskah untuk tayangan TV yang kerap dicaci-maki banyak pihak. Sementara kawan-kawan lainnya memiliki profesi yang “wah”.

 

Ehm...Ya, aku juga pernah merasakan hal yang sama. Merasa minder tatkala bertemu kawan-kawan lain dan mulai berbincang tentang profesi masing-masing. Tapi itu dulu. Hingga sejumlah peristiwa nyata yang terjadi di sekitarku, menyadarkanku bahwa tak ada profesi yang lebih berharga dan berada di atas profesi yang lain. Hakim yang tak jujur, anggota dewan dan aparat pemerintah yang korup, bukankah lebih rendah dibanding pemulung yang jujur bukan?

 

Tapi lagi-lagi aku bisa mengerti sikapmu, kawan. Ada orang yang menganggap bahwa profesi yang digelutinya saat ini, “amat sangat bersih”. Saking “bersihnya” ia merasa pantas dan berhak untuk menghakimi orang lain atas profesi yang orang lain itu pilih. Saking hebatnya profesinya, ia menganggap profesi yang lain lebih rendah. Tak perlu kuceritakan. Aku rasa kau sudah tahu. Namun terus terang aku merasa kasihan pada orang-orang seperti ini. Belepotan lumpur tapi tidak menyadarinya.

 

Ucapanmu pada kawan di seberang telepon, mengingatkanku pada seorang kawan lainnya. Aku ingin memperkenalkannya padamu dan membuatmu meralat ucapanmu diatas.

 

----------------------------------------------------------------

 

Kawan lainnya adalah aktivis yang dikagumi oleh banyak pihak. Ia menolak saat ditawari bekerja di beberapa tempat, lantaran merasa tak se-ide. Merasa bahwa ia akan “ternoda” dan menjadi “rendah” jika berkompromi dengan tempat-tempat itu. Tapi selang beberapa waktu, sebuah berita mengejutkan mampir di telingaku. Sang aktivis dan jaringannya mengancam dan memeras Ketua dan Wakil Ketua KPU, atas suruhan seorang calon legislatif yang gagal mendapatkan kursi.

 

-----------------------------------------------------------------

 

Apa pendapatmu sekarang, kawan?

Posted at 02:48 am by kisahmerahitam
Comments (5)  

Saturday, May 13, 2006
SAYUR BENING TEMPE

Edisi masak-memasak kali ini adalah sayur bening tempe. Idenya muncul saat pengen menggabungkan dua hal yang paling saya gemari. Sayur bening dan tempe goreng.

 

Bahan:

-          Satu potong tempe (panjang 10 cm, lebar 5 cm, tinggi tergantung ketebalan tempe), Dipotong berbentuk dadu dengan 1,5cm x 1,5 cm. bisa juga lebih besar sedikit 2cm x 2cm

-          Satu buah labu siam dipotong seukuran tempe

-          Sedikit cambah kedelai, dicuci bersih, buang ujung-ujung ekornya

-          Daun melinjo muda (atau biasa disebut daun so), dipotong-potong

-          Kol (kubis), dipotong-potong

-          Sawi putih, dipotong-potong

-          Sayurannya bisa diganti atau ditambah dengan sayuran lain yang anda suka. Misalnya, jagung muda, wortel, bayam, katuk, kangkung atau lainnya. Tapi saran saya jangan dicampur dengan daun katuk dan kangkung. Karena rasanya akan sedikit pahit.

 

Catatan: Jika anda tinggal sendiri, bahan-bahannya sedikit saja. Misalnya tempe dan labu siamnya dikurangi hingga setengahnya.

 

Bumbu:

-          3 siung bawang merah diiris halus

-          2 siung bawang putih diiris halus

-          1 buah tomat ukuran sedang (boleh tomat merah atau hijau, terserah selera anda), di potong-potong

-          1 ruas jari lengkuas digeprek (taruh lengkuas di papan talenan, pukul dengan ulekan atau pisau hingga penyet).

-          Garam dan gula pasir secukupnya

-          Boleh ditambah asam secukupnya juga

-          Kalau ada, tambahkan sedikit temu kunci, supaya rasanya lebih segar, digeprek juga

 

Alat:

-          1 buah panci

-          1 sendok sayur untuk mengaduk

-          1 buah mangkuk untuk tempat sayur yang sudah matang

-          1 buah pisau

-          1 buah talenan (papan yang biasa digunakan sebagai alas untuk mengiris atau memotong)

 

Cara pembuatan:

1.      Didihkan air dalam panci. Kira-kira sebanyak satu liter atau secukupnya.

2.      Ketika air sudah mendidih, masukkan semua bumbu, kecuali tomat. Aduk hingga merata. Tunggu beberapa saat.

3.      Masukkan bahan (sayuran dan tempe) mulai dari yang yang paling keras dulu hingga yang matangnya paling cepat.

4.      Jika sayuran sudah hampir matang, masukkan tomat. Aduk kembali.

5.      Setelah beberapa saat dan sayuran sudah matang (ingat, jangan sampai sayuran terlalu lembek, nanti gizinya hilang), cicipi. Jika masih kurang asin atau manisnya, tambahkan garam dan gula seperlunya.

6.      Matikan kompor. Tuangkan sayur bening yang sudah matang ke dalam mangkuk.

7.      Sayur bening tempe siap dihidangkan.

 

Catatan: Menu ini cocok bagi yang sedang menjalani diet. Kaya akan kalsium dan vitamin. Asal masak sayurannya jangan terlalu kematangan.

 

Selamat mencoba. Sekian edisi masak-memasak kali ini. Kita jumpa lagi di menu berikutnya.

 

Nb. Rasanya sedikit aneh. Tapi masih dalam batas normal. Akan terasa lebih nikmat jika disantap bersama sambal tomat atau terasi.

Posted at 11:52 pm by kisahmerahitam
Comments (2)  

Friday, May 12, 2006
SUSU JERUK NIPIS

Salah satu hobiku itu mencoba sesuatu yang baru. Apa saja. Tak ketinggalan resep-resep baru yang tiba-tiba melintas dalam pikiran. Mulai hari ini, resep-resep itu akan ditulis di blog, supaya selalu ingat dan siapa tahu anda yang membacanya pun tertarik.

 

Resep pertama adalah Susu Jeruk Nipis. Ini resep baru. Benar-benar baru. Karena baru ditemukan pagi ini. Tapi sudah diuji-coba di dapurnya merahitam.

 

Bahan:

-          Tiga sendok makan susu low atau non fat rasa vanila. Anda boleh menggantinya dengan susu yang anda suka.

-          Satu buah jeruk nipis berukuran sedang.

-          Satu gelas atau cangkir air.

 

Alat:

-          1 buah panci untuk mendidihkan air

-          1 buah gelas untuk tempat minumnya nanti

-          1 buah sendok makan untuk menakar susu sekaligus mengaduk

-          1 buah pisau untuk mengiris jeruk nipis

 

Cara Pembuatan:

1.      Nyalakan kompor gas atau minyak tanah yang anda miliki. Tuangkan air ke dalam panci dan jerang di atas api. Tunggu sampai mendidih. Jika sudah, matikan kompor. (sayang bahan bakarnya kalau tidak dimatikan. Mahal kan?)

2.      Tuang air yang sudah mendidih ke dalam gelas. Tunggu sampai hangat.

3.      Masukkan tiga sendok makan susu ke dalam gelas yang sudah berisi air hangat tersebut. Tambahkan perasan jeruk nipis.

4.      Aduk hingga merata. Jangan bayangkan susu akan larut dalam air jeruk nipis ini, karena sifat susu dan jeruk nipis yang berlainan.

5.      Minuman siap untuk dihidangkan.

 

Catatan:

Berdasarkan pengalaman, minuman ini rasanya sangat aneh dan tidak karu-karuan. Jadi berhati-hatilah kalau anda ingin mencobanya. Atau sebaiknya tidak usah. Eh, tapi kalau tetap penasaran, tidak ditanggung akibatnya.

 

Sekian edisi masak-memasak kali ini. 

 

Posted at 09:19 am by kisahmerahitam
Comments (9)  

Thursday, May 11, 2006
MENGURANGI STRES

Belakangan ini sering banget suntuk dan jenuh. Otak kadang rasanya penuh sampai nggak ngerti mau ngapain lagi. Penuh dengan cerita. Temen bilang:

 

“Elo stres tuh bu, makanya refreshing dong! Jalan-jalan kemana gitu.”

 

Huah! Refreshing? Jalan-jalan? Pengennya. Tapi mana sempat? Menghabiskan uang pula. Padahal kan sedang berhemat. Tapi karena nggak tahan lagi, langsung kabur ke toko buku. Niatnya cuma mau cari koran anak yang sumpah mati, susah banget ngedapetinnya. Sampai tempatnya kehabisan pula. Dasar boros! Bukannya langsung pulang malah belanja beberapa buku dan majalah dulu. Aduhai, belanja tanpa direncanakan itu memang bikin dompet dan kantung jadi kempes.

 

SISI DIRI 1

Ingat-ingat...Lain kali kalau mau belanja dicatat dulu. Lihat tuh, berapa nol yang kamu habisin dalam waktu satu jam?

 

SISI DIRI 2

Nggak papa deh...Sekali-kali ini. Lagian kan yang dibeli buku.

 

SISI DIRI 1

Huh...Itu sebabnya kamu nggak pernah bisa konsisten melaksanakan niatmu. Selalu ada per-maklum-an. Bilangnya mau hemat, belanja sampai gila-gilaan.

 

SISI DIRI 2

(ngotot) Tapi kan belinya buku...Bukan barang lainnya. Cerewet banget sih?

 

SISI DIRI 1

(galak) Kamu memang harus dicerewetin! Wong dicerewetin aja kamu masih begitu apalagi kalau nggak! Sekarang gini, biarpun itu buku, biarpun itu barang yang kamu suka, pakai skala prioritas!!! Kamu kan masih bisa pinjam di perpustakaan. Deket rumah gitu loh. Manfaatin fasilitas. (menegaskan) Manfaatin!!!

 

SISI DIRI 2

(mulai manyun) Kan nggak sempet kesana...

 

SISI DIRI 1

(kesal) Alasan! Main game sampai dua jam lebih sempet, masa ke perpus yang jaraknya cuma se-iprit itu nggak sempet.

 

SISI DIRI 2

(ngedumel) 3ere9ur3rewr-3q2342r!

 

SISI DIRI 1

(kesal) Huh, ngambek! Ngambek! Dasar!!!

 

Dan makin suntuklah diriku mendengar si 1 dan 2 berantem. Mendingan aku baca majalah dan buku yang baru ku beli. Eh, ternyata di Nirmala Edisi Mei 2006, ada artikel tentang mengurangi stres. Langsung kucoba dan hasilnya pun lumayan. Suntuk berkurang dan pikiran jadi rileks.

 

Anda mau mencobanya? Cara ini nggak butuh waktu lama dan nggak perlu mengeluarkan banyak uang loh. Terutama jika anda sedang berhemat dan berencana membeli pesawat terbang atau pulau pribadi, atau bahkan berlibur ke Pegunungan Himalaya, misalnya. Senangnya lagi anda pun tidak perlu mendengar si 1 dan 2 bertengkar.

 

Jadi begini:

1.      Hangatkan tangan. Stres itu bisa bikin kita merasa dingin, apalagi di ruangan ber-AC (lah iya toh ya...nggak stres aja sudah dingin). Celupkan tangan dalam air panas (suam-suam gitu loh) selama beberapa menit. Setelah tangan dikeringkan, pakai kedua tangan untuk memegang mug (cangkir) berisi teh atau kopi panas.

2.      Tahan pensil dalam mulut dengan gigi tanpa digigit. Kegiatan ini membuat otot-otot wajah menjadi relaks sehingga mengurangi stres.

3.      Tekan kening dengan jari-jari selama 3-5 menit. Memijat saraf di daerah ini merupakan teknik akupresur untuk membuat otot di bagian tubuh lain menjadi relaks.

 

Selamat mencoba!

Posted at 11:59 pm by kisahmerahitam
Comment (1)  

Monday, May 08, 2006
PROMO

 

 

...Aku nggak percaya sama siapapun...Karena orang-orang itu hanya memandang penampilan luar...Aku lebih nyaman menjalin hubungan pertemanan lewat dunia maya...Dunia tanpa pertemuan fisik...Dunia dimana orang lain tak melihat penampilan luar kita...

 

 

 

 

Diambil dari salah satu dialog tokoh. Nantikan tayangannya di stasiun televisi kesayangan anda.

 

 

Nb. Judul masih rahasia! (halah!)

Posted at 07:28 pm by kisahmerahitam
Comments (3)  


Next Page




<< June 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




Merahitam's Blog












KISAH LALU
Luvi's Blog





DUKUNG LAMPUNG!

Wisata Lampung


CINTA YOGYA!

Tour de Djokdja


Bloggers For Bangsari

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html



 


BINGKAI

Foto Kopdar di Pizza Hut - Thamrin



Foto 2




SENANDUNG


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed