kamu tipu aku lagi mungkin sudah ke-seribu kali tak tahu kapan akan berakhir segala penyiksaan ini
kamu tampar aku lagi dengan penyakit lamamu semakin lama aku pun bisa menjadi benar-benar gila
reff: aku bukan wonder woman-mu yang bisa terus menahan rasa sakit karna mencintaimu hatiku ini bukanlah hati yang tercipta dari besi dan baja hatiku ini bisa remuk dan hancur
kamu paksa aku menerima cintamu lagi dengan segala tingkah lakumu yang membuatku bingung
kamu tahan aku dengan logikamu lagi kau pikir aku akan mencair dengan rayuanmu
Suka banget sama lagu ini. Mengingatkan pada banyak hal. Bahwa gerimis bisa jadi kerap mewarnai hari. Tapi ia tak melulu menjelma badai. Usai gerimis, masih ada mentari yang akan tetap bersinar cerah.
D Bm C#m
D Bm C#m F#m D Bm C#m Musim penghujan hadir tanpa pesan D Bm C#m F#m D Bm C#m Bawa kenangan lama t'lah menghilang
D Bm C#m F#m D Bm C#m Saat yang indah dikau di pelukan D Bm C#m F#m D Bm C#m Setiap nafasmu adalah milikku
(Intro) D Bm C#m F#m D Bm C#m Surya terpancar dari wajah kita D Bm C#m F#m D Bm C#m Bagai menghalau mendung hitam tiba E D Sekejap badai datang E D Mengoyak kedamaian E D Segala musnah F#m B F#m B Lalu gerimis langit pun menangis
D Bm C#m F#m Kekasih, andai saja kau mengerti D E A D Harusnya kita mampu lewati itu semua Bm C#m C# Dan bukan menyerah untuk berpisah ...
Musik : D Bm C#m F#m D Bm C#m 4x
E D Sekejap badai datang E D Mengoyak kedamaian E D Segala musnah F#m B F#m B Lalu gerimis langit pun menangis
D Bm C#m F#m Kekasih, andai saja kau mengerti D E A D Harusnya kita mampu lewati itu semua D Bm C#m F#m Kekasih, andai saja kau sadari D E A D Semua hanya satu ujian 'tuk cinta kita Bm C#m C# Dan bukan alasan untuk berpisah ...
Bunga Matahari itu lungkrah, sulurnya menjulur ke tanah Dapat dirasakan lembab rerumputan karena cuaca bulan penghujan Cahaya matahari bersembunyi di balik awan, lalu kemana dijulurkan mahkota kepala bunga?
Bunga Matahari menunggu musim penghujan berhenti, agar dapat dicumbuinya sang matahari!
* sebenarnya bikin puisi ini udah lama banget, tapi nggak pernah berani posting, sampai tadi, dipuji bagus sama kawan yang memang jagonya bikin puisi. Hihihi...Sampai kembang kempis hidungnya :p Makasih ya, buat pujian dan dukungannya, moga saya nggak kapok belajar merangkai kata.