Monday, May 08, 2006
PROMO

 

 

...Aku nggak percaya sama siapapun...Karena orang-orang itu hanya memandang penampilan luar...Aku lebih nyaman menjalin hubungan pertemanan lewat dunia maya...Dunia tanpa pertemuan fisik...Dunia dimana orang lain tak melihat penampilan luar kita...

 

 

 

 

Diambil dari salah satu dialog tokoh. Nantikan tayangannya di stasiun televisi kesayangan anda.

 

 

Nb. Judul masih rahasia! (halah!)

Posted at 07:28 pm by kisahmerahitam
Comments (3)  

Sunday, May 07, 2006
DIET DEMI KESEHATAN

Belakangan ini sudah diperingatkan untuk mulai diet lagi. Baju-baju lama sudah nggak muat. Jalan sedikit sudah ngos-ngosan, dan kayaknya mulai sakit-sakitan. Ditambah lagi malas berolahraga. Jadilah orang-orang di sekelilingku mengomel sayang.

 

Nduk, dikurusin ah...Sayang tuh bajunya jadi banyak yang nggak kepake”

“Dik, ayo diet dan olahraga, biar nggak gampang sakit-sakitan.”

“Apa perlu aku jadi personal trainermu say?”

“Kalau kamu kurusan dikiiiiittt...Tambah cantik dan seksi loh!” (Haiyaaahhh!!!)

“Lihat tuh matanya makin sipit, kalah sama pipinya.” (Padahal waktu kurus, pipinya tetep chubby tuh!)

 “Padahal kamu itu dulu kurus, cilik menthik-menthik, sekarang kok jadi ndut gitu! Hayo dikurusin.”

 

Percaya nggak, beratku waktu kelas 3 SMP dulu itu cuma 25 kg. Mulai naik ketika duduk di bangku SMK, trus naik lagi waktu kuliah, dan makin naik lagi ketika sudah mulai bekerja. Pola makan, kurang gerak dan makin hobi mencoba makanan baru jadi penyebabnya. Selain faktor keturunan juga sepertinya.

 

“Kalau kegendutan, ntar banyak penyakit yang mampir loh...Diabetes, jantung, bla...bla...bla...”

 

Iya...Iya...Mulai diet lagi deh. Dirajinin olahraganya deh. Tapi bukan demi baju-baju lama yang sudah sempit itu. Juga bukan demi cantik dan seksinya. Tapi demi kesehatan. Soalnya ngerasa sendiri kalau belakangan ini gampang sakit, gampang capek, gampang ngantuk, gampang stres (loh??). Maka beberapa waktu lalu, mulai buka-buka lagi buku dan majalah tentang diet yang pernah ku beli di masa lampau. Hasilnya ada beberapa macam pilihan. Diantaranya:

 

1.      Diet karbohidrat

Pada prinsipnya diet ini berpantang terhadap segala jenis makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Misalnya nasi, roti, tepung, gula, dan sejenisnya.

 

2.      Diet lemak

Diet jenis ini anti terhadap segala macam jenis makanan berlemak, misalnya daging merah, coklat, susu, semua produk olahan susu, kacang, buah alpukat, kuning telur, mentega, minyak goreng, dll.

 

3.      Diet food combining

Diet jenis ini pada prinsipnya mengkombinasikan beberapa jenis makanan dengan memperhatikan kebutuhan akan kalori dan gizi yang diperlukan oleh tubuh.

 

4.      Diet berdasarkan golongan darah

Yaitu diet yang didasarkan pada golongan darah. Misalnya untuk golongan darah O, karena gampang bermasalah dengan sistem pencernaan dan lambung, tidak boleh berpantang makanan apapun. Cukup dikurangi porsinya saja.

 

5.      Diet detoks

Yaitu tidak mengonsumsi jenis makanan tertentu yang dianggap mengandung racun selama jangka waktu tertentu. Diet ini bisa dilakukan ketika tubuh sudah terlalu banyak mengonsumsi makanan tak sehat, makanan cepat saji dan alkohol. Atau jika tubuh mulai merasa letih, lesu dan kembung. Dengan sistem ini, sirkulasi pembuangan akan menjadi lebih teratur, fungsi hati dan ginjal akan lebih baik, kulit lebih bersih dan mulus, ketidakseimbangan hormon dan stres bisa dikurangi. (Bisa dibaca di Chic edisi No.26-I).

 

Berdasarkan berbagai pertimbangan, maka tersusunlah Program diet dan olahraga yang rencananya akan dilaksanakan mulai Senin (8/5) besok.

 

Rancangan Menu Diet:

1.      Pagi

Segelas susu low atau non fat. Ditambah dua lembar roti tawar plus selada, irisan tomat. Khusus untuk hari Rabu dan Jum’at, menu ditambah dengan sebutir telur ayam kampung. Bagi yang tidak menyukai susu, bisa diganti dengan secangkir yoghurt.

2.      Siang

Makan lengkap dengan porsi karbohidrat dikurangi. 6-7 sendok makan nasi, sayuran, lauk dan buah. Sayuran dan lauk matang dimasak dengan sistem rebus atau kukus. Hik...Hik...Hik...Alamat tidak bisa makan tempe goreng.

3.      Malam

Segelas susu low atau non fat, sayuran dan buah. Bisa ditambah dengan satu buah kentang rebus yang ukurannya sedang.

4.      Cemilan

Jika di antara waktu makan terjadi keadaan yang menyebabkan lapar, maka hanya buah dan jus buah yang jadi pilihan. Atau segelas teh tanpa gula tentunya. Singkirkan itu roti, es krim, keripik, pisang goreng dan gorengan lainnya.

5.      Hari Minggu

Khusus Hari Minggu, boleh mencicipi es krim atau sepotong kecil tiramisu atau roti atau tempe goreng!!! Yummy! Ini hadiah karena sudah seminggu tubuh berpuasa dari makanan-makanan lezat tersebut. Sekaligus sebagai motivasi.

 

Catatan kecil: Menu diet ini sudah sempat aku praktekin, selama beberapa waktu. Hasilnya berat badan turun 5-6 kg dalam waktu 3-4 bulan. Ini tanpa dibarengi olahraga loh ya.

 

Jadwal Olahraga:

1.      Jalan kaki keliling komplek setiap pagi dan sore hari. Minimal 45 menit. Supaya yang terbakar bukan hanya kalori tapi juga lemaknya. Menurut majalah kesehatan, di menit 30 pertama baru kalori yang terbakar. 30 menit berikutnya lemak.

2.      Hari Minggu, senam kesegaran jasmani, osteoporosis, jantung, atau aerobik ringan bareng ibu-ibu di lingkungan rumah.

3.      Lari pagi, cukup dua kali seminggu. Minimal 45 menit juga.

4.      Gerak badan ringan waktu bangun tidur dan menjelang tidur.

5.      Gosok gigi ditingkatkan. Dari 3 kali sehari menjadi berkali-kali. Terutama setelah makan, supaya nggak ada keinginan untuk makan lagi. (Menurut penelitian di majalah, gosok gigi sesering mungkin bisa mendukung program diet. Soalnya kalau udah gosok gigi, jadi males makan kan? Hehehe).

6.      Menggiatkan diri dalam kegiatan cuci piring, menyapu dan mengepel kamar sendiri, serta naik turun tangga minimal 3 kali sehari (termasuk dalam kategori gerak badan ringan)

7.      Berenang. Menurut penelitian ini kegiatan yang paling banyak membakar kalori. Berhubung belum bisa renang, maka terpaksa belajar renang dulu. Eh, menurut teman, belajar renang itu lebih menghabiskan kalori ketimbang berenangnya. Yuhuiiii...Btw, berenang dimana ya? Jangan di Youth Center Otista, aku pernah lihat ada laki-laki iseng ngintip dari celah di pintu kayu. Hiiiii...menyeramkan!

 

Catatan tambahan: Jika memungkinkan, dalam artian bisa libur satu hari penuh, mau coba diet detoks.

 

Selesai menyusun program ini, langsung memberitahu orang-orang di sekelilingku. Mulai dari ibu, adik, ponakan (aih, sayang...Kamu salah satu penyebab bunda sering mengonsumsi es krim), dan teman-teman, supaya mereka mendukung, mengingatkan jika aku mulai lupa dan bandel, serta berhati-hati untuk makan enak di depanku. Btw, sebenarnya tahan-tahan aja sih, lihat mereka makan coklat, snack, kacang, permen, bakso, mi ayam, ketoprak, otak-otak di depanku. Sudah nggak bisa tahan lagi kalau lihat mereka pegang es krim, roti dan cenil.

 

Jadi begitulah. Program sudah berhasil disusun, strategi sudah dicanangkan. Masalahnya sekarang, sanggupkah menjalaninya?

 

 

Nb: 1. Kemarin waktu ke Atrium nggak sengaja lihat Baltic’s Ice Cream. Tempat es krim tradisional yang terletak di Jalan Kramat dan sudah lama banget ku incer. Jadi pengen mampir!!!

 

Nb: 2. Eh, kelupaan, harus menyusun jadwal tidur juga. Menurut majalah kesehatan, tidur paling baik itu antara pukul 22.00 - 04.00 WIB. Karena dari pukul 23.00 - 01.00, sel-sel kulit tengah bekerja, memperbaiki kondisinya. 

Posted at 07:50 am by kisahmerahitam
Comments (4)  

Saturday, May 06, 2006
MIMPI ULAR = TIDAK MENYENANGKAN

Seorang kawan datang menjumpaiku. Roman mukanya berseri-seri. Cerah bersinar. (hihihi...kok malah mirip iklan pemutih wajah ya?). Setelah ngobrol kesana-kemari sampailah ia pada inti berita yang akan disampaikannya padaku.

 

"Semalem gue mimpi digigit ular. Itu artinya gue bakalan dilamar kan?"

"Katanya sih gitu."

 

Kawanku itu makin berseri-seri. Senyuman lebar menghias bibirnya.

 

"Emang lo percaya? Gue nggak tuh."

 

Senyum langsung menghilang dari wajahnya.

 

"Kenapa?"

"Gue tuh sering banget mimpi digigit, dikejar-kejar, dipatok sama ular. Bayangin aja, dari gue masih kecil! Sampai-sampai gue kesel. Tiap kali mimpi dikejar-kejar ular lagi, gue tangkep ularnya, gue banting-banting sampai penyet, trus gue lempar ke tong sampah dan gue bakar! Huh...Tahu rasa tuh ular!"

 

Kawanku pun terbengong.  Kedua matanya membelalak lebar, menatapku.

 

"Sadis banget sih lo! Siapa tahu itu pangeran lo!"

"Huah! Pangeran kok nyeremin gitu. Muncul dalam ujudnya Orlando Bloom kek, kan nggak bakalan gue banting-banting sampai mati. Lagian emang ada yang lagi deket sama lo? Ada orang yang kira-kira bakalan ngelamar lo dalam waktu deket ini?"

 

Kawanku menggeleng.

 

"Trus, kalo gitu, sapa yang mau ngelamar lo jadinya?"

 

Kawanku kembali menggeleng.

 

"Nggak tahu."

"Ha, ya udah, nggak usah dipikirin."

"Elo tuh, bukannya nyemangatin malah bikin down! Nyeneng-nyenengin gue dikit kek!"

 

Aku pun cuma bisa nyengir dihadapan kawanku yang cemberut nggak karuan itu. Hilang sudah roman mukanya yang semula berseri-seri itu.

 

 

Nb.1. Maaf ya kawan...Harusnya aku nggak sesadis itu hingga memusnahkan senyum manismu dan bikin wajahmu jadi keruh.  Harusnya aku bilang ke kamu, mungkin kasusnya buatku beda. Ular itu hewan yang paling kutakuti. Jadi wajar kalau hewan yang satu ini kerap muncul dalam mimpiku dan bikin aku takut setengah mati, sampai akhirnya kuuueeesseeellll setengah hidup. Itu juga sebabnya aku nggak percaya mimpi digigit ular sama dengan dilamar Smile

 

Nb.2. Tapi doaku selalu buatmu. Semoga mimpimu untuk menikah tahun ini terwujud. Amin!

Posted at 02:02 am by kisahmerahitam
Comments (2)  

Saturday, April 29, 2006
MATI RASA

Dinihari

Jemari menari

Menyusun barisan kata tanpa makna

Dingin

Penuh kepalsuan

Perasaan menghilang

Hancur

Lebur

 

Pagi

Siang

Sore

Malam

Kembali berulang

Mati rasa.

 

 

 

Biru laut - Dinihari.

 

Nb. Terkantuk-kantuk mengejar setoran :p

Posted at 03:15 am by kisahmerahitam
Comments (3)  

Tuesday, April 25, 2006
TERKONTAMINASI

Aduh! Katanya, aku sedang terkontaminasi.

 

“Kamu kok sekarang lain sih? Nggak kayak yang dulu.”

 

Sempat bingung. Apa maksudnya? Wong aku ya masih kayak dulu-dulu juga. Masih tetap ndut; masih doyan nasi; masih maniak sama rambutan, tempe goreng, susu, cenil dan es krim; masih suka ngeliatin bintang-bintang; masih suka nyanyi-nyanyi nggak jelas di kamar mandi; masih malas olahraga; masih suka baca majalah atau koran dari halaman belakang; dan masih suka HOME-nya Michael Buble. Apa yang aneh coba? Apanya yang berubah?

 

“Tulisanmu! Cara kamu ngomong! Logatmu!”

 

Langsung senyum-senyum simpul sendiri. Nyadar juga sih kalau belakangan ini kok ngomongnya jadi kejawa-jawaan ya? Pikir-pikir, ternyata ini karena interaksi dengan sesama pecinta blog yang sering banget pakai istilah-istilah Jawa. Tapi kalau seratus persen karena teman-teman pecinta blog ya nggak juga sih. Wong dari dulu sudah suka sama tulisannya Umar Kayam yang jelas-jelas Jawa banget itu.

 

Tapi dipikir-pikir, lucu juga ya. Bisa-bisanya sampai begitu. Dan yang lebih lucu lagi, sampai-sampai kebawa mimpi. Pas ketiduran siang-siang, mimpi ada acara pertemuan para blogger. Di dalam mimpi ketemu sama Pakde Kere Kemplu, Bang Pi'i, Mas Godril, Mas Yoyok, Mas Mbilung, Mas Johan, Mbak PitoMas Rony dan yang lainnya. Kalau disebutin semua, buaaannnyaaakkk buaanget. Hehehehehehehehe...

 

Kira-kira sampeyan-sampeyan yang belum pernah kutemui, sama nggak ya aslinya dengan yang ada di mimpi? Tongue

Posted at 10:12 pm by kisahmerahitam
Comments (6)  

Monday, April 24, 2006
KADO TERINDAH

Sebuah sms mampir di HP-ku. Berisi kado terindah. Mataku langsung berkaca-kaca saat membacanya. Bukan untaian kalimat puitis, bukan pula pemberitahuan bahwa si pengirim sms membelikanku rangkaian bunga mawar; atau bahkan sony vaio yang selalu ku impikan. Bahkan bukan kalimat sakti macam “Will you marry me!” seperti yang ada di film-film.

 

Dan aku hanya bisa terharu. Seandainya kau ada disini, aku pasti akan memelukmu seerat mungkin. Lantas menatap matamu dalam-dalam seraya berucap:

 

“Terimakasih untuk kado terindah yang pernah kudapatkan sepanjang 28 tahun usiaku.”

Posted at 11:44 pm by kisahmerahitam
Comments (2)  

Friday, April 21, 2006
RAJA JALANAN

Tak Seperti Raja Lain, Raja Satu Ini Masih Harus Mengejar Setoran

 

Sore-sore saat orang-orang kantoran bubaran, jalanan macet. Sampai-sampai jalan depan komplek, yang biasanya sepi, mendadak sontak penuh dengan antrian kendaraan yang melaju super lambat. Wih…Lah kok kayak di Sudirman saja. Padahal jalanan depan komplek itu cuma jalanan kecil, yang pas-pasan dilewati dua mobil.  Sambil membonceng di jok belakang sepeda motornya Dik Kenthos -  dalam hati merasa bersyukur, sudah nggak perlu lagi mengalami masa-masa penuh siksaan, berhimpitan dalam bus kota yang penuh sesak, sumpek, panas, gerah, bau keringat plus ketiak. Dulu waktu kerja di kantor yang normal dengan jam kerja normal - nine to five – sehari minimal dua kali mengalaminya.

 

Melihat antrian kendaraan dan wajah-wajah didalamnya, hilang sudah keluh kesah selama ini. Hitung-hitung masih ada untungnya juga, tinggal di kantor dan cuma bisa pulang satu atau dua minggu sekali. Nggak perlu mandi pagi-pagi banget, nggak kecapekan di jalan, dan nggak perlu keluar uang ekstra untuk beli bedak, tabir surya, apalagi parfum – buat yang naik buskota ini penting, biar sampai kantor kembali fresh dan nggak bau keringat orang satu bus.

 

Loh, kok malah ngelantur. Ini mau cerita apa toh?

 

Ya…Ya…Ya…Jadi kemarin sore, ceritanya mau ke rumah si headwriter, ngambil honornya anak-anak. Jaman sudah maju, Bang Miun dan Bang Badil yang pernah disinggung Mas Yoyok sudah buka cabang dimana-mana, tapi honor masih harus ambil langsung. Ada untungnya juga sih. Kalau di jalan lihat gorengan atau tukang es campur bisa mampir.

 

Loh…Jan, ngelantur lagi. Jadi kapan cerita soal raja jalanannya?

 

Tolong dimaklumi. Hobi bercerita sih. Untung cita-cita jadi penyiar radio belum kesampaian. Kasihan pendengarnya nanti harus dengerin ndobosan nggak penting yang meluncur tanpa henti dari mulutku. Masih lebih bagus baca ndobosan yang satu ini.

 

Balik lagi ke soal awal – sekarang serius, tenan! Sesampainya di pertigaan Jalan Otista – Cawang Baru Tengah, samping SOTO SEMARANG "TENAN" yang pernah dipotret Pakde Kere Kemplu, lampu menyala merah. Terpaksa Dik Kenthos menghentikan sepeda motornya. Lah, di seberang kanan, mikrolet no.26 Jurusan Kp.Melayu–Bekasi, ngetem seenaknya. Bikin lalu lintas jadi macet dan semrawut. Bunyi klakson dari mobil-mobil yang mau lewat, terdengar bising. Kuping rasanya jadi budeg. Belum lagi asap knalpot yang makblas-makblas menerpa wajah, bikin jerawat makin punya kesempatan untuk merajalela. Tapi si sopir angkutan, tak merasa bersalah. Asyik duduk sambil menunggu angkutannya penuh. Ehm…Pasti ngejar setoran.

 

Tiba-tiba dari sebelah kiriku, terdengar suara seorang pemuda. Ngedumel. Nada suaranya kesel.

 

"Belagu. Sok jagoan. Emangnya yang punya jalanan ini dia?"

 

Maktratap…Langsung deg-degan…Ngomelin siapa ya? Dengan penasaran kutolehkan kepala ke arahnya. Loh, pemuda yang kutaksir baru berusia awal 20-an itu, menatap marah ke arah sopir angkutan. Wajah si pemuda tampak asem. Sama sekali nggak sedap dipandang mata.

 

"Udah tahu lampu merah, ngetem seenaknya. Minggir atau majuan dikit kek. Ntar giliran ditilang polisi aja, ngiba-iba…(berubah memelas) Ampun pak, saya cuma cari makan, tolong jangan ditilang…(kembali geram) Huh dasar! Kalau gue yang jadi polisi, nggak bakalan gue kasih ampun. Kalau perlu gue hajar!"

 

Dan pemuda itu terus mengomel panjang-pendek nggak karuan. Aku nggak ndengerin lagi. Lampu sudah keburu menyala hijau. Dik Kenthos pun ngebut dan langsung masuk gang rumah si headwriter. Tapi dalam hati, aku membenarkan omelan si pemuda. Di Jakarta ini, jalan-jalan menjadi milik para sopir angkutan umum. Mereka bertingkah seenak udelnya sendiri. Berhenti suka-suka; menaikkan dan menurunkan penumpang pun suka-suka; sampai-sampai buang air kecil pun sesukanya, bayangkan, di balik pintu mobilnya! Kalau ditegur, pasang tampang garang ngajak perang.

 

Sopir bus ber-AC tetap klepas-klepus asyik merokok meski di depannya terpampang tulisan "DILARANG MEROKOK". Kalau ditegur, jawabnya: "Kalau nggak mau kena asap rokok, naik taksi aja sana!". Yah, mau gimana lagi. Terpaksa diam lagi. Mau naik taksi, budget kok nggak cukup untuk jarak sejauh Kalideres-Blok M. Apalagi kalau harus tiap hari. Bisa jebol kantong. Untung aku nggak perlu lagi menempuh rute itu. Kalideres atau Blok M sudah lama kutinggalkan.

 

Tapi nggak semua sopir angkutan bertingkah menyebalkan. Ada juga yang santun dan menyenangkan. Biasanya mereka ini para pemenang Ajang Sopir Teladan (namanya apa ya? aku kok lupa) yang diselenggarakan Pemda DKI setiap tahun. Dulu, waktu masih berkantor di Kalideres, sering banget numpang bus-nya si Bapak Sopir Teladan, patas AC 50 Jurusan Kp.Melayu-Kalideres. Jadi kenal dan sering ngobrol. Mendengar cerita-ceritanya, serasa sedang tidak berhadapan dengan si Raja Jalanan yang membuat sebal banyak orang. Tapi orang seperti Si Bapak Sopir Teladan itu tak banyak jumlahnya.

 

"Hidup jadi sopir itu keras mbak. Tiap hari muterin jalanan. Rebutan penumpang. Beruntung yang dapet trayek gemuk. Kalau trayeknya sepi dan saingannya banyak, mumet ini kepala. Mana anak-bini di rumah taunya kita ini pulang bawa uang. Kadang-kadang saking pusingnya mikirin setoran buat bos dan buat yang di rumah, serasa mau pecah kepala. Kalau begitu, biasanya saya nongkrong aja sama temen-temen di terminal. Minum atau main judi kecil-kecilan."

 

"Loh, kan duitnya malah habis Pak."

 

"Tapi hati puas mbak."

 

Aku hanya bisa mengangguk. Sementara sopir mikrolet no.01 Jurusan Kp.Melayu-Senen itu terus bercerita. Tentang uang setoran yang kadang tidak berhasil mereka penuhi. Tentang tuntutan hidup yang semakin mencekik leher. Tentang preman-preman yang memalak mereka.

 

Dalam salah satu perbincanganku dengan Mas Godril, beliau dengan arifnya bilang bahwa kekerasan serta kegarangan sikap para sopir angkutan itu lebih karena mereka terdesak oleh keadaan. Setiap hari mereka harus bergelut dengan kerasnya kehidupan di jalan. Sementara mereka tak punya tempat atau sarana untuk melampiaskan kekesalan sekaligus kekecewaan yang mereka alami.

 

Aku setuju itu. Sama seperti aku memaklumi sifat arogan mereka saat harus mengejar setoran. Tapi aku tak bisa mentolerir kesembronoan mereka, yang demi mengejar setoran, hingga mengorbankan nyawa orang lain. Seperti yang terjadi beberapa hari kemarin, di pintu lintasan kereta api Duren Kalibata.

 

 

Foto diambil dari   kompas, tentunya tanpa seijin mereka.

 

Kaitan berita:

 

* KRL Pakuan Tabrak Metromini, 5 Tewas

* Tujuh Tewas Ditabrak KRL Kereta Jakarta-Bogor

* KRL Hajar Metromini

* Sopir Metromini Maut Dijadikan Tersangka

 

 

Nb. Beberapa penggalan kisah yang kemudian menyatu lantaran sebuah peristiwa sederhana yang terjadi kemarin sore.

Posted at 11:57 pm by kisahmerahitam
Comments (4)  

Monday, April 17, 2006
SEBUAH CATATAN KECIL

Algojo Itu Bernama Rating; Kekerasan Dan Airmata Masih Menjadi Primadona

"Sinetron yang itu nggak jadi diputus sama RCTI. Ratingnya naik lagi. Masuk Top Ten".

Wah. Padahal beberapa hari sebelumnya, RCTI dan PH yang bersangkutan memberikan signal bahwa sinetron yang itu bakalan diberhentikan masa tayangnya, gara-gara selama 3 minggu ratingnya melorot terus sampai angka 24. 

Sebenarnya nggak aneh kalau sinetron itu kembali masuk Top Ten. Masa tayangnya yang cukup lama – sekarang sudah memasuki episode ke-102, membuat sinetron ini memiliki penggemar setia. Dan selama masa penayangannya, sinetron ini hampir tak pernah terlontar dari Top Ten. Bahkan setahun lebih ia selalu menduduki rating no.1. Cacian dan makian yang kerapkali dilontarkan padanya, tak menggoyahkan kedudukannya.

Ketika tiga minggu yang lalu ia terlempar dari Top Ten, aku dan headwriterku langsung menganalisanya. Apa penonton mulai bosan? Apa konflik cerita sudah tidak memikat lagi? Apa sinetron saingan yang ditayangkan pada hari dan jam yang sama lebih bagus? Apa bintangnya sudah tidak menarik lagi? Dan bla..bla..bla..Hasil analisa menyimpulkan bahwa jalan cerita yang bertele-tele dan konflik yang datar adalah penyebab utama kejatuhan sinetron ini. Gimana ceritanya nggak bakalan bertele-tele kalau jumlah episodenya saja sudah sebanyak itu? Salut buat penulis sebelumnya yang menulis ceritanya dari episode 1-84. Aku yang baru nulis 18 episode lanjutannya saja sudah keteteran.

Konflik yang datar. Ehm…Ini haram hukumnya. "Sinetron itu harus menarik, bombastis dan nggak datar. Harus banyak action-nya. Kalau nggak, siapa yang mau nonton?". Itu kata headwriterku. Juga kata beberapa produser – yang langsung marah-marah nggak karuan tiap kali sinetron mereka turun ratingnya. Dan produser, orang bagian desain produksi, editor, serta sutradara, langsung kasih masukan. Rupanya mereka pun ikut menganalisanya. Gimana nggak, ini salah satu produksi unggulan mereka, je! "Balik ke format lama! Si anu dibuat lebih jahat dan si anu harus lebih menderita lagi. Pokoknya harus banyak airmata! Kalau bisa setiap scene itu harus bikin penonton merasa kasihan sama si anu!"

Oke! Maka cerita yang kemudian dibuat sesuai permintaan mereka. Kekerasan dan airmata mendominasi cerita. Dan melejitlah ratingnya. Masuk kembali ke Top Ten. Produser pun bernafas lega, sembari berucap, "See…Penonton itu lebih suka cerita yang begitu!"

Ini bukan hal yang baru buatku. Sejak awal memutuskan terjun ke dunia ini, sudah diwanti-wanti. "Jangan terlalu idealis. Turuti maunya mereka. Mereka itu lebih ngerti tayangan seperti apa yang bakal ditonton. Dan rating itu nomor satu. Jangan disepelein!"

Aku cuma bisa manggut-manggut. Awalnya nggak terlalu percaya. Masa sih penonton maunya yang gitu-gitu aja. Mungkin kalau dibiasain ngeliat tontonan yang lebih soft, selera mereka pasti bisa berubah. Maka 1,5 tahun yang lalu, ketika diminta menulis salah satu produksi sebuah PH yang berkantor di Cikini,  ceritanya sengaja kuubah. Lebih soft. Intensitas kekerasan dan airmata dikurangi hingga 70%. Tapi seminggu kemudian, ketika AC-Nielsen mengeluarkan hasil rating, sang produser mencak-mencak nggak karuan! Pasalnya ratingnya langsung drop. "Bikin yang lebih keras lagi!". Dan ketika cerita kembali penuh dengan siksaan, tangisan, kelicikan, penderitaan, rating melonjak naik. Tidak tanggung-tanggung, langsung no.1. Aku masih ingat, salah satu adegan dalam episode itu, si tokoh yang baru kelas 1 SMP, digantung oleh tantenya yang jahat.

Ini bukan apologi. Apalagi pembelaan. Ini dunia sinetron seutuhnya. Bahwa rating masih didewakan. Bahwa kekerasan dan airmata masih menjadi favorit penonton. Bahwa aku masih terjajah!

Nb. Buat kawan-kawan senasib! Salam Setengah Merdeka!!!

Posted at 11:42 am by kisahmerahitam
Comments (10)  

Thursday, April 13, 2006
MARI BERHEMAT

Foto diambil dari austinchronicle

Wah jan elok tenan himbauan yang disampaikan Presiden SBY pagi ini. Beliau bilang kalau kita harus berhemat. Masa jarak cuma 30m, telepon-teleponannya sampai seperempat jam. Wong presiden sendiri kalau nelepon cuma 3 menit loh. Catat itu! Cuma 3 menit!

Beliau bilang kalau mau membicarakan masalah penting dan butuh waktu lama ya mending ketemuan saja, daripada membuang-buang uang dan pulsa. Sampai 7 trilyun rupiah per bulan. Mending kalau bayar sendiri atau dibayarin pacar. Lah ini, pakai uang rakyat je. Catat itu! Pakai uang rakyat!

Njuk, kalau tidak pakai telepon, berapa biaya dinas yang bakalan dihabiskan untuk ketemuan Pak Pres? Gimana kalau ketemuannya itu sambil kongkow-kongkow minum kopi di kafe? Atau sambil belanja di Singapura? Atau sambil nonton Piala Dunia yang bakalan digelar Juni nanti di Jerman? Njuk opo ora luwih elok iku?

 

Nb. Sedang menghitung anggaran telepon pribadi. Wuih...Harus berhemat! *mati-matian menahan jempol tangan untuk tidak menekan nomor teleponnya* Big Smile

Posted at 08:44 am by kisahmerahitam
Comments (4)  

Tuesday, April 11, 2006
POKEMON MANIA

Kata teman namanya ONET. Aku menyebutnya Unyet-Unyet, lantaran salah satu tokoh dalam game ini gambarnya lucu dan mringkel-mringkel nggak karuan. Sejak pertama kali kenal game ini, langsung kecanduan untuk main. Penasaran sih sebenarnya. Dan kebiasaan jelekku, kalau sudah penasaran sama satu hal, pasti dicecar habis. Nggak peduli banyak hal lainnya yang jadi terbengkalai. Nggak sempat nulis di blog; nggak sempat ke dokter gigi; nggak sempat cari HP baru - padahal yang lama udah teriak-teriak minta ampun pengen buru-buru diganti; dan yang lebih parah, kerjaan pun terkena imbasnya.

Akibatnya, sampai detik ini kerjaan yang harusnya sudah kelar dari minggu kemarin, malah belum selesai sama sekali. Surat kontrak kerja yang harus disiapkan dari minggu yang lalu, draft pertamanya pun belum jadi. Aduhai...

Padahal gara-gara si unyet-unyet ini juga, sakit kepalaku kambuh. Gimana nggak langsung pusing tujuh keliling melototin gambar-gambar yang ukurannya kecil-kecil dan hampir sama itu? Salah satu teman langsung menjuluki-ku MOP alias Master of Pokemon. Hahahaha...Tapi gara-gara pujian sekaligus sindiran itu jadi sadar kalau banyak hal lain yang lebih penting dari sekedar "memenangkan si Unyet-Unyet!"

Nb. Buat seseorang, maaf ya, jadi tidak bisa mengabulkan permintaanmu. Tapi jangan salahkan Unyet-Unyet. Salahkan aku yang tak bisa mengatur waktu  dan sering menunda pekerjaan. Big Smile

Posted at 08:13 am by kisahmerahitam
Make a comment  


Next Page




<< May 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




Merahitam's Blog












KISAH LALU
Luvi's Blog





DUKUNG LAMPUNG!

Wisata Lampung


CINTA YOGYA!

Tour de Djokdja


Bloggers For Bangsari

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html



 


BINGKAI

Foto Kopdar di Pizza Hut - Thamrin



Foto 2




SENANDUNG


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed