Aduh! Katanya, aku sedang terkontaminasi.
“Kamu kok sekarang lain sih? Nggak kayak yang dulu.”
Sempat bingung. Apa maksudnya? Wong aku ya masih kayak dulu-dulu juga. Masih tetap ndut; masih doyan nasi; masih maniak sama rambutan, tempe goreng, susu, cenil dan es krim; masih suka ngeliatin bintang-bintang; masih suka nyanyi-nyanyi nggak jelas di kamar mandi; masih malas olahraga; masih suka baca majalah atau koran dari halaman belakang; dan masih suka HOME-nya Michael Buble. Apa yang aneh coba? Apanya yang berubah?
“Tulisanmu! Cara kamu ngomong! Logatmu!”
Langsung senyum-senyum simpul sendiri. Nyadar juga sih kalau belakangan ini kok ngomongnya jadi kejawa-jawaan ya? Pikir-pikir, ternyata ini karena interaksi dengan sesama pecinta blog yang sering banget pakai istilah-istilah Jawa. Tapi kalau seratus persen karena teman-teman pecinta blog ya nggak juga sih. Wong dari dulu sudah suka sama tulisannya Umar Kayam yang jelas-jelas Jawa banget itu.
Tapi dipikir-pikir, lucu juga ya. Bisa-bisanya sampai begitu. Dan yang lebih lucu lagi, sampai-sampai kebawa mimpi. Pas ketiduran siang-siang, mimpi ada acara pertemuan para blogger. Di dalam mimpi ketemu sama Pakde Kere Kemplu, Bang Pi'i, Mas Godril, Mas Yoyok, Mas Mbilung, Mas Johan, Mbak Pito, Mas Rony dan yang lainnya. Kalau disebutin semua, buaaannnyaaakkk buaanget. Hehehehehehehehe...
Kira-kira sampeyan-sampeyan yang belum pernah kutemui, sama nggak ya aslinya dengan yang ada di mimpi? 