Sebuah sms mampir di HP-ku. Berisi kado terindah. Mataku langsung berkaca-kaca saat membacanya. Bukan untaian kalimat puitis, bukan pula pemberitahuan bahwa si pengirim sms membelikanku rangkaian bunga mawar; atau bahkan sony vaio yang selalu ku impikan. Bahkan bukan kalimat sakti macam “Will you marry me!” seperti yang ada di film-film.
Dan aku hanya bisa terharu. Seandainya kau ada disini, aku pasti akan memelukmu seerat mungkin. Lantas menatap matamu dalam-dalam seraya berucap:
“Terimakasih untuk kado terindah yang pernah kudapatkan sepanjang 28 tahun usiaku.”