Kata teman namanya ONET. Aku menyebutnya Unyet-Unyet, lantaran salah satu tokoh dalam game ini gambarnya lucu dan mringkel-mringkel nggak karuan. Sejak pertama kali kenal game ini, langsung kecanduan untuk main. Penasaran sih sebenarnya. Dan kebiasaan jelekku, kalau sudah penasaran sama satu hal, pasti dicecar habis. Nggak peduli banyak hal lainnya yang jadi terbengkalai. Nggak sempat nulis di blog; nggak sempat ke dokter gigi; nggak sempat cari HP baru - padahal yang lama udah teriak-teriak minta ampun pengen buru-buru diganti; dan yang lebih parah, kerjaan pun terkena imbasnya.
Akibatnya, sampai detik ini kerjaan yang harusnya sudah kelar dari minggu kemarin, malah belum selesai sama sekali. Surat kontrak kerja yang harus disiapkan dari minggu yang lalu, draft pertamanya pun belum jadi. Aduhai...
Padahal gara-gara si unyet-unyet ini juga, sakit kepalaku kambuh. Gimana nggak langsung pusing tujuh keliling melototin gambar-gambar yang ukurannya kecil-kecil dan hampir sama itu? Salah satu teman langsung menjuluki-ku MOP alias Master of Pokemon. Hahahaha...Tapi gara-gara pujian sekaligus sindiran itu jadi sadar kalau banyak hal lain yang lebih penting dari sekedar "memenangkan si Unyet-Unyet!"
Nb. Buat seseorang, maaf ya, jadi tidak bisa mengabulkan permintaanmu. Tapi jangan salahkan Unyet-Unyet. Salahkan aku yang tak bisa mengatur waktu dan sering menunda pekerjaan. 
Posted at 08:13 am by kisahmerahitam