Thursday, October 30, 2008
JEJAK JINGGA


Hari ini saya ingin sekali menjadi putri tidur. Hidup dalam buaian mimpi indah hingga sang pangeran membangunkannya dengan satu kecupan mesra. Dan dunia di sekitar menjadi penuh warna. Tak ada yang perlu dicemaskan.

 

Sayangnya, saya tak bisa tidur. Dua jam lebih bergolek, miring kanan-miring kiri, sembari menikmati Home milik Michael Buble, tak membuat mata segera terpejam. Semestinya dalam putaran kedua atau ketiga, suara lembut Buble akan mengantarkan saya dalam lena yang panjang. Seperti yang biasa dilakukannya. Tapi kali ini tidak.

 

Jadi saya memutuskan untuk bangun. Pekerjaan baru datang nanti malam. Masih tersisa banyak waktu dan ada banyak hal yang ingin saya lakukan. Membongkar beberapa barang, membaui setiap lembarnya yang akan membawa saya terbang menjelajah hingga puncak Monas yang berkilauan di satu pagi.

 

Pagi terindah. Saya rebah. Menyerahkan diri sepenuhnya pada hamparan rumput hijau dan matahari keemasan yang mengintip dari sela-sela pucuk dedaunan. Angin bertiup dari utara, menyebarkan aroma asin di udara. Aroma laut.

 

Angan saya pun melompat pada ikan lumba-lumba. Matanya bulat hitam berbinar tatkala dua tangan kanan saling bersentuhan saat mengusap kulitnya yang licin dan berwarna kelabu. Senyum malu-malu tergambar di sudut kerlingan. Tak usai hingga angin terus membawa angan saya di sepanjang ruas jalan menuju Senayan.

 

Sayup-sayup lirik lagu Lenny Kravitz menyeruak, memaku angan. I belong to you. You belong to me.

 

Ada yang basah.

 

Jarum jam di dinding menunjukkan pukul empat lebih duapuluhlima menit. Masih ada waktu. Saya ingin jogging. Sesuatu yang saya ingin lakukan sejak dulu. Memutari Senayan, Monas, maupun boulevard UGM dan menikmati sentuhan lembut angin di wajah, saat kita berlari.

 

Sepatu hitam bergaris merah akan menemani saya. Ini pertama kalinya kami akan bersama-sama mengejar jejak jingga di ujung cakrawala. Tapi sayangnya, jejak jingga tak mau menghias langit sore ini. Ia bersembunyi dalam nestapa yang berkelindan rapi membungkus. Berharap bisa menjadi putri tidur.



 

Posted at 04:25 pm by kisahmerahitam

The Bitch
November 18, 2008   02:42 PM PST
 
*menghela nafas yang nggak kalah panjang*

dari 2 minggu pertama dia pindah ke stereo set mu, itu CD Michael Buble keknya bakal treak2 protes deh. nek dia bisa treak. edian. abusive!
ebeSS
October 31, 2008   05:56 PM PDT
 
"Tapi sayangnya, jejak jingga tak mau menghias langit sore ini'

emang harus sore ini . .
emang besok ga ada hari . .
atau memang hanya sampai di sini . .
siapa ini . . .
silly
October 31, 2008   08:03 AM PDT
 
lagi jatuh cinta atau patah hati sihhhh... biasanya perempuan tuh kalo melankolis kek gini cuma dua, lagi jatuh cinta... atau malah patah hati :P

whicu one is you?
yati
October 30, 2008   09:30 PM PDT
 
bah...perempuan juga ini...kerjanya mengenang melulu
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments





Previous Entry Home Next Entry




<< October 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




Merahitam's Blog












KISAH LALU
Luvi's Blog





DUKUNG LAMPUNG!

Wisata Lampung


CINTA YOGYA!

Tour de Djokdja


Bloggers For Bangsari

http://bangsari.blogspot.com/2007/08/minta-bantuan-donasi-untuk-anak-anak.html



 


BINGKAI

Foto Kopdar di Pizza Hut - Thamrin



Foto 2




SENANDUNG


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed